BOGOR – Ikatan keluarga mahasiswa pascasarjana Aceh di Bogor memperingati Isra Mi’raj Nabi besar Muhammad SAW di Asrama Mahasiswa Aceh Leuser, Bogor, 6 Mei 2016.

Tema yang diangkat kali ini adalah “Dengan memperingati Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW mari kita tingkatkan Iman, Taqwa, dan Ukhuwah Islamiyah menuju generasi yang berkualitas”.

Acara ini dirangkai dengan ceramah keagamaan dan doa bersama untuk kelancaran studi seluruh mahasiswa Aceh yang sedang melanjutkan studi di IPB  baik S1, S2, dan S3.

Yunandar Lisma sebagai ketua panitia acara kali ini menyampaikan, peringatan isra mi’raj dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat yang ada di Bogor. Di antaranya adalah Tim Bogor, Ikamapa, IMTR, dan Masyarakat Aceh yang ada di Bogor.

“Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama teman-teman panitia dan sumbangan masyarakat Aceh dan anggota Ikamapa secara swadaya baik untuk konsumsi maupun keperluan lainnya. Terimakasih yang setinggi-tingginya kami ucapkan kepada pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini sukses sesuai dengan yang kita harapkan,” katanya. 

Zulfikar Mulieng dalam sambutannya mengajak kepada seluruh anggota ikamapa untuk meningkatkan Iman, taqwa dan ukhuwah islamiyah sehingga kita semua menjadi generasi yang berkualitas sebagaimana tema yang diangkat dalam peringatan Isra Mi’raj kali ini.

Peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa besar Umat Islam yang harus kita pahami dan kita ambil hikmah sehingga semakin meningkatkan Iman dan taqwa kita kepada Allah Yang Maha Kuasa. Bukan hanya sebatas diperingati secara seremonial saja setiap tahunnya.

Lebih lanjut Zulfikar Mulieng juga mengajak kepada seluruh Anggota Ikamapa semakin Aktif berkarya dan berkontribusi sehingga mampu melahirkan karya-karya yang bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Sehingga kita menjadi kaum intelektual yang berkualitas berguna bagi nusa bangsa dan agama. Kekompakan dan silaturrahmi antara mahasiswa dan masyarakat Aceh yang ada di Bogor harus terus kita jaga dan kita pelihara. 

Ceramah keagamaan disampaikan oleh Ustad Bapak Dr. Tajuddin Banta Cut, M.Sc, dosen Fakultas Teknologi Pertanian IPB yang juga merupakan putra Aceh kelahiran Aceh Tengah. Lulusan S3 University Of Queensland Australia ini menyampaikan tentang The Qur’an and Science.

Kesimpulan dari ceramah yang disampaikan adalah, Alqur’an yang luas selain syari’at, ibadah dan muamalah. Sains modern membenarkan Al-Qur’an. Para ulama masa lalu menguasai ilmu Syariat dan Ilmu Hayat bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah. Islam maju karena berpegang teguh dalam pada al Qur’an dan as Sunnah. Semua peristiwa masa lalu, masa kini dan masa mendatang telah dibuktikan oleh para ahli kebenarannya.

Maka, kebenaran hari akhir adalah kenyataan yang pasti terjadi. Untuk itu mari kita tingkatkan iman dan taqwa menuju masyarakat Intelektual yang Islami.[](rel)