BANDA ACEH – Ikatan Masyarakat Aceh di Turkiye (IKAMAT) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) melakukan Napak Tilas ke beberapa situs makam para pembesar Kesultanan Aceh Darussalam, Minggu, 2 September 2018.
“Napak Tilas ini merupakan sebuah upaya untuk merefleksi kembali ingatan generasi muda Aceh akan kebesaran sejarah endatunya di masa lalu,” kata Ketua IKAMAT, Darlis Azis.
Darlis mengatakan, sebagaimana kata Bung Karno bahwa hendaklah kamu selalu Memakai Jas Merah alias jangan sekali-kali melupakan sejarah, Maka pesan tersebut jika kita aktualisasikan didalam kehidupan riil maka kita harus mengetahui dari mana kita berasal dan itu menyangkut dengan Identitas.
“Oleh karena itu pelaksanaan Tapak Tilas Aceh Turki ini kami berikan sebagai wujud menghargai jasa pahlawan dan pejuang Aceh di masa dahulu terhadap nasib kita pada hari ini,” katanya.
Darlis menegaskan bahwa, Napak Tilas yang telah dilakukan IKAMAT di hari HARDIKDA itu juga bertujuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai dasar pendidikan itu sendiri dimana dalam agama itu sendiri disebutkan Awaluddin Makrifatullah jadi dalam agama sendiri kita disuruh untuk mengenal Allah sebagai pemilik kita.
“Tidak salah juga kita aplikasikan dalam dunia pendidikan Aceh hari ini untuk kita mengenal siapa diri kita dan dari mana kita datang, agar kita tahu kemana kita akan kembali, kira-kira begitulah target acara kami di hari ini,” kata Darlis.
Adapun rute Napak Tilas yang dilalui IKAMAT sebagai berikut:
1. Diawali di Unsyiah (Lapangan Tugu) : Menziarahi makam Syeh Muhammad Kasturi (salah seorang ulama berketurunan Turki Utsmani).
2. Dilanjutkan perjalanan dengan melewati jalan protokol menuju kampung Mulia : Menziarahi makam Syeh Baba Daud Rumi (Seorang ulama dari turki sekaligus pengarang kitap Masailal Muhtadi).
3. Dilanjutkan dengan perjalanan ke kampung Jawa : Menziarahi makam Syahbandar Mu'tabarkhan (Seorang pelatih perang dari Turki Utsmani).
4. Menuju ke kampung Bitay : Menziarahi makam para syudaha dan beberapa ulama dari Turki.
5. Di lanjutkan ke kampung Peuniti : Menziarahi kuburan Sultan Iskandar Muda.
6. Di akhiri dengan berkunjung ke Kandang XII : Ziarah sekaligus do'a bersama untuk para syudaha Sultan-Sultan Aceh yang pernah membawa kejaan negeri serambi mekah hingga ke penjuru dunia.[]





