BerandaImam Masjid Subulussalam: Salat Gerhana Salat Bencana

Imam Masjid Subulussalam: Salat Gerhana Salat Bencana

Populer

SUBULUSSALAM – Imam Masjid Assilmi Subulussalam, Ust.Sabaruddin menyebutkan, eski sama sama dua rakaat, salat gerhana, tidak sama dengan shalat Ied— Idul Fitri dan Idul Adha.

“Shalat Ied dilakukan pada saat hati sedang gembira. Sedangkan shalat gerhana dilakukan dikala hati sedang ketakutan,” katanya.

Makanya, kata dia, pada saat hendak shalat, dari segi tampilan pun tidak dianjurkan memakai pakaian yang cerah ceria. Jamaah datang dengan wajah yang tunduk dan khusuk lalu memohon perlindungan dari Allah.

”Shalat gerhana dilakukan dua rakaat. Dalam tiap rakaat disertai dengan dua rukuk, dua kali membaca Al Fatihah dan dua kali membaca surat. Jadi totalnya adalah, shalat gerhana dilakukan dengan empat rukuk, empat kali membaca Al Fatiah dan empat kali membaca surat. Dan setelah shalat disunatkan mendengarkan khutbah,” katanya.

Ia mengatakan, fenomena gerhana bisa jadi sebagai pertanda awal datangnya hari kiamat. Karena hilangnya cahaya dari matahari atau bulan. Dalam kondisi ketakutan ini, setiap manusia dianjurkan untuk melakukan shalat sunah dua rakaat.

Dikatakan Ust.Sabaruddin shalat gerhana hukumnya sunah muakad. Adalah shalat sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat atau hampir mendekati wajib. Dan itu salah satu petunjuk dalam Islam bagi seorang muslim untuk mengelola bathin dalam suasana ketakutan dengan fenomena alam yang terjadi.

Sementara itu,ungkap Ust.Sabaruddin berdasarkan kajian syari, fenomena gerhana merupakan bukti keagungan dan kebesaran Allah dan disunahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat gerhana. Memperbanyak istighfar dan sedekah, karena 29 Jumadil Awal (9 Maret 2016), akan terjadi gerhana matahari total (GMT).

”Kami mengimbau kepada semua masyarakat dan pengurus masjid/mushalla se-Kota Kota Subulussalam agar melaksanakan shalat gerhana,” kata Ust.Sabaruddin dalam surat edaran yang disebarkan oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Assilmi Subulussalam.[]

Laporan Wahda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya