TAKENGON – Anggota tim pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur Aceh Muzakir Manaf – TA Khalid, Syahrudin alias Ucok yang terlibat adu fisik dengan SH dan LM yang disebut-sebut timses paslon Gubernur Aceh Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN) saling lapor.

Pelaporan kedua kubu itu juga atas dugaan penganiayaan.

Kapolres Aceh Tengah melalui Kasat Reskrim AKP Boby Putra Ramadan Sebayang S.I.K. kepada wartawan mengatakan, Syahrudin melaporkan SH dan LM ke Mapolres Aceh Tengah atas dugaan pengeroyokan terhadapnya yang terjadi di salah satu Kafe di Kota Takengon, Sabtu, 28 Januari 2017 sekitar pukul 23.15 WIB.

Sementara SH dan LM juga membuat laporan serupa ke Polsek Bebesen, Aceh Tengah pada hari yang sama, yakni Sabtu malam atau setelah kejadian.

“Yang jelas, kedua laporan kita terima untuk kita tindak lanjut,” kata AKP Boby Putra, Senin, 30 Januari 2017.

Hingga saat ini, kata AKP Boby, pihaknya belum dapat meminta keterangan lebih lanjut pada kedua pelapor.

Dikatakan, Syahrudin saat ini juga dilaporkan telah kembali dirawat di BLUD Datu Beru Takengon untuk mendapat perawatan medis setelah sebelumnya dipulangkan.

“Kita periksa Syahrudin dulu, kemudian baru kita minta keterangan beberapa saksi dan SH serta LM yang diduga melakukan pengeroyokan seperti laporan Syahrudin,” kata AKP Boby.

Sementara itu, Ketua KPA/PA Aceh Tengah, Ismuddin mengatakan, kasus dugaan pengeroyokan anggota tim pemenangan Mualem – TA Khalid itu sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwajib.

Kendatipun begitu, katanya, penyelesaian juga dimungkinkan dengan cara kekeluargaan tanpa ada pihak yang dirugikan demi mencapai kemaslahatan.

“Kepada anggota KPA/PA Aceh Tengah kita minta untuk menahan diri karena kasus ini sudah ditangani,” katanya.

Untuk diketahui, Syahrudin alias Ucok, anggota tim pemenangan paslon Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf – TA Khalid, diduga dikeroyok SH dan LM di salah satu kafe di Takengon, Sabtu, 28 Januari 2017 sekitar pukul 23.15 WIB.

Akibat pemukulan itu, Ucok mengalami luka di bagian hidung dan memar di leher bagian belakang. Ia juga masih merasakan mual dan pening.

“Semula saya temui mereka di kafe sedang ngopi, niat saya ingin ngobrol, tapi tiba-tiba mereka langsung memukuli saya di bagian belakang hingga saya terjatuh,” kata Ucok didampingi Ketua KPA/PA Aceh Tengah Ismuddin alias Renggali.

Ucok menceritakan, selama ini hubungannya dengan keduanya memang sedikit renggang setelah ia beralih dukungan dari tim pemenangan paslon Gubernur Aceh Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN) beberapa waktu lalu.

Dikatakan Ucok, pascaperalihan dukungannya ke paslon Muzakir Manaf – TA Khalid, LM dituding menulis status di Facebook yang menyindir dirinya. Tak lama kemudian, ia pun meminta agar LM menghapus status tersebut.

“Status itu memang sudah dihapus, saya kira sudah selesai urusannya. Jadi saya jumpai mereka di warung juga untuk ngobrol-ngobrol saja, tapi tiba-tiba sudah maen pukul, saya nggak tau pun masalahnya apa,” ujar Ucok.

Ucok mengaku, sebelumnya ia menjabat sebagai ketua tim perencanaan strategi pemenangan AZAN. Mengikuti perkembangan politik yang terus bergulir, akhirnya ia beralih dukungan ke paslon Gubernur Aceh Muzakir Manaf – TA Khalid.

Sementara itu, Ketua KPA/PA Aceh Tengah Ismuddin alias Renggali menyayangkan aksi pemukulan itu terjadi. Pasalnya, kata Renggali, paslon kandidat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, telah sepakat menjalankan pilkada damai.

Ia menilai, tindakan anarkis itu juga sikap tidak profesional dalam ranah politik, apalagi di negeri yang menjunjung tinggi nilai demokrasi.

“Benar, Syahrudin alias Ucok telah beralih dukungan. Persoalan pengalihan dukungan itu biasa dalam politik, jadi sangat tidak rasional apabila ada pihak yang melakukan anarkis,” kata Renggali.

“Kita tidak menuding pelakunya dari mana dan apa motifnya, yang jelas polisi harus mengusut kasus ini dan jajaran KPA/PA saya minta untuk tahan diri,” demikian Renggali.

Hingga berita ini diturunkan, portalsatu.com belum berhasil melakukan konfirmasi kepada tim AZAN yang disebut-sebut paslon yang didukung Ucok sebelumnya.[] (*sar)