Kamis, Juli 25, 2024

Buka Rapimda KNPI Subulussalam,...

SUBULUSSALAM - Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, H. Azhari, S. Ag., M.Si mengatakan...

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...
BerandaBerita Banda AcehImran Sampaikan Persoalan...

Imran Sampaikan Persoalan di Lhokseumawe saat Rakor Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Se-Aceh

BANDA ACEH – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, M.A.Cd., menyampaikan sejumlah persoalan saat berbicara dalam Rapat Koordinasi Pj. Gubernur Aceh bersama Bupati dan Wali Kota se-Aceh, di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Kamis, 13 Oktober 2022.

Beberapa persoalan di Lhokseumawe yang disampaikan Pj. Wali Kota Imran di antaranya banjir rob, drainase, inflasi, dan RTRW. “Untuk mencegah bencana harus ada penyiapan infrastruktur yang baik dan sempurna,” kata Imran.

Imran menyebut di kota Lhokseumawe masih terjadi banjir rob, karena batu (tanggul) penghalang ombak yang dipasang di kawasan Pantai Jagu (Kampung Jawa–Hagu), Kecamatan Banda Sakti, telah rusak. Sehingga banjir rob sering menghantam rumah-rumah warga. Tanggul penghalang ombak di garis pantai itu rusak lantaran tanpa adanya batu pemecah ombak. “Seharusnya sebuah bangunan itu dibangun sempurna,” ujarnya.

Imran juga menyampaikan belum lama ini banjir ikut merendam Kecamatan Blang Mangat dan Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, akibat meluapnya sungai di wilayah Aceh Utara. “Jika pembangunan saluran pembuangannya dan drainase bagus, air hujan dan air luapan sungai dari Aceh Utara tidak akan terjadi banjir di wilayah Kota Lhokseumawe,” tuturnya.

Persoalan lainnya disampaikan Imran terkait kondisi bangunan pasar dan bangunan lainnya yang dibangun pihak provinsi di Kota Lhokseumawe selama ini tidak kunjung selesai, sehingga tak dapat difungsikan.

Untuk pengendalian inflasi, Imran meminta peran provinsi untuk kabupaten/kota dalam hal menekan angka inflasi daerah. Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki kabupaten/kota, partisipasi provinsi sangat dibutuhkan.

“Kita tahu bahwa fiskal di Kota Lhokseumawe sangat kecil. Untuk tahun 2022, saya telah berupaya untuk menstabilkan anggaran agar Kota Lhokseumawe tidak terjadi defisit lagi. Usaha ini telah berhasil,” ujar Pj. Wali Kota Lhokseumawe itu.

Imran juga menyampaikan tentang RTRW Kota Lhokseumawe yang sedang disiapkan, diperlukan keterlibatan Pemerintah Aceh dalam penyusunannya agar terintegrasi dengan RTRW Aceh.

Dalam rakor tersebut, Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, didampingi Sekda Aceh, Asisten Sekda, dan para Kepala SKPA. Sedangkan Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Imran, didampingi Sekda T. Adnan, S.E., dan Kepala Bappeda Salahuddin, S.T., M.S.M.[](ril)

 

Baca juga: