KUTA MAKMUR – Imum Mukim Buloh Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, T. Idris Taib, mengatakan para petani menginginkan Embung Lhok Gajah harus bisa difungsikan untuk mengairi persawahan pada musim tanam awal tahun 2020. Pernyataan sama disampaikan Camat Kuta Makmur, Saifullah, S.Sos.

Embung Lhok Gajah—masyarakat menyebutnya Waduk Lhok Gajah—yang sedang dibangun itu berlokasi di Kemukiman Buloh Blang Ara. Tujuan dibangun embung tersebut, menurut T. Idris Taib, untuk mengairi sawah seluas sekitar 2.000 hektare di Kemukiman Buloh Blang Ara dan Kemukiman Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur. Pasalnya, kata dia, pada awal musim tanam 2019 lalu dan tahun-tahun sebelumnya, tanaman padi para petani mengalami puso akibat sawah kekurangan air saat kemarau.

“Kami tidak tahu teknis dan sistem pekerjaan (proyek Embung Lhok Gajah). Yang kami inginkan, musim tanam pada April 2020 nanti, waduk (embung) itu bisa difungsikan. Itu saja keinginan masyarakat,” ujar T. Idris Taib kepada portalsatu.com/ di Lhokseumawe, Ahad, 10 November 2019.

Menurut T. Idris Taib, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara maupun rekanan pelaksana pembangunan Embung Lhok Gajah, sudah berjanji di hadapan tokoh masyarakat, imum mukim, geuchik dan Muspika Kuta Makmur bahwa pada awal tahun 2020 bisa difungsikan. Janji tersebut disampaikan secara terbuka dalam rapat di Aula Kantor Camat Kuta Makmur, Jumat, 8 November 2019.  

“Pernyataan dari pihak dinas dan rekanan (pembangunan Embung Lhok Gajah), dijamin siap akhir tahun ini, dan bisa difungsikan 2020. Pernyataan itu yang kami pegang. Jadi, pekerjaan harus selesai Desember 2019, dan kami beri waktu dua bulan masa pemeliharaan atau sampai Februari 2020, kemudian awal Maret sampai April (embung itu) akan kami tutup. Bulan April 2020, kami turun ke sawah menanam padi, kalau air tidak mencukupi maka kami buka (embung untuk mengairi sawah),” tutur T. Idris Taib.

T. Idris Taib menyebutkan, sumber air yang ditampung dalam Embung Lhok Gajah itu dari Sungai Buloh. “Saat musim tanam Juli atau Agustus, air sungai mencukupi karena musim hujan. Bahkan, saat ini debit air sungai sangat tinggi. Tapi, musim tanam awal tahun atau April itu tanaman padi sering puso karena kekurangan air, maka dibangun waduk itu,” katanya.

Dia menambahkan, apabila sampai musim tanam awal tahun 2020 nanti Embung Lhok Gajah masih belum bisa difungsikan, masyarakat akan bergerak untuk melayangkan protes kepada dinas terkait. “Jika janji yang telah disampaikan pihak dinas dan rekanan ternyata nantinya tidak mampu ditepati, maka kami akan buat mosi tak percaya atau semacamnya,” ujar T. Idris Taib.

Menjawab portalsatu.com/, T. Idris Taib menjelaskan, sepengetahuan dirinya proses pembangunan Embung Lhok Gajah itu diawali dengan survei oleh pihak dinas terkait pada 2009 silam. “Kemudian pembebasan lahan tahun 2010 – 2011. Tahun 2011 dilanjutkan dengan pembersihan lahan yang sudah dibebaskan sekitar 20 hektare, dan 2012 dimulai pekerjaan fisik menggunakan APBK Aceh Utara, tapi saya tidak ingat berapa angkanya. Seingat saya, dana yang dialokasikan tidak setiap tahun, sehingga kemudian kami masyarakat memperjuangkan agar dilanjutkan pembangunan waduk itu dengan anggaran provinsi,” ucapnya.

Secara terpisah, Camat Kuta Makmur, Saifullah, kepada portalsatu.com/ melalui telepon seluler, Ahad sore, juga menyampaikan Embung Lhok Gajah harus bisa difungsikan mengairi sawah petani pada musim tanam awal tahun 2020. “Masyarakat berharap 2020 itu bisa difungsikan agar bisa bercocok tanam serentak. Dan harapan kita dari Muspika sama dengan  keinginan petani, jangan ada kendala lagi menyangkut air untuk kebutuhan tanaman padi di sawah,” kata Saifullah.[]