MEULABOH – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Inayatillah, M.Ag., mengatakan, ada tiga hal yang akan dibenah dalam waktu dekat.
“Team work, stakeholder, dan kreativitas dosen dan mahasiswa,” kata Inayatillah saat lepas sambut dan serah terima jabatan Ketua STAIN Teungku Dirundeng, Senin, 4 Februari 2019, di aula kampus setempat.
Inayatillah mengatakan, lumrahnya setiap kepemimpinan menginginkan iklim kondusif dan didukung perangkat kerja atau team work yang solid. Sehingga segala ego pribadi dan sektoral harus disingkirkan.
“Filosofinya, saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tak bisa. Sama-sama bekerja, bukanlah team work, itu adalah kerja individual,” jelasnya.
Hal lain tak kalah penting, lanjut Inayatillah, peran stakeholder sangat menentukan dalam memajukan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Tak hanya dosen sebagai tenaga pendidik, tapi juga seluruh karyawan, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.
“Hal tersebut menjadi kunci percepatan pengembangan dan peningkatan kualitas STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh,” tegasnya.
Ia berharap, kerja sama dan hubungan baik yang terjalin dengan semua pihak selama ini dapat terus ditingkatkan.
Inayatillah juga menyampaikan, dosen merupakan unsur terpenting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan, menurutnya, bukan hanya sebatas transfer knowledge.
“Jika hanya transfer pengetahuan, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dan kampus-kampus yang lain telah selesai, karena hari ini semua pengetahuan bisa diakses dengan mudah di internet,” katanya.
Menurutnya, di era sekarang ini, selain harus memiliki standar pendidikan S2 dan S3, dosen wajib memiliki kreativitas dan inovasi. Hal tersebut diperlukan agar dosen mampu membangkitkan minat dan bakat mahasiswa.
“Dosen juga dituntut untuk melakukan riset dan pengabdian, sebagaimana tercantum dalam tridarma perguruan tinggi,” ungkapnya.
Inayatillah mengatakan, untuk mewujudkan sumber daya manusia STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh yang berkualitas, pihaknya akan terus mendorong para dosen untuk mengikuti pelatihan dan melakukan riset bermutu. Juga mengupayakan akselerasi guru besar.
“Nanti akan kita seleksi doktor-doktor yang ada di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk dibantu proses guru besar melalui proses akselerasi,” ujarnya.
Lepas sambut dan sertijab itu ditandai dengan penyerahan buku memori pembangunan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dari ketua lama Dr. Syamsuar, M.Ag. (2015-2019), kepada ketua baru Dr. Inayatillah, M.Ag.
Inayatillah resmi memimpin STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh hingga tahun 2022. Ia dilantik Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin pada 7 Januari 2019, di Kementerian Agama RI.
Sementara itu, Syamsuar menyampaikan rasa bangganya atas perubahan yang terjadi di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh saat ini. Hadirnya Ketua baru, membuktikan bahwa STAIN ini bukanlah kampus lokal seperti sediakala. Saat ini pusat menaruh perhatian penuh terhadap perkembangan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. “STAIN sudah menasional, presiden juga memberi sinyal agar segera menjadi IAIN,” ujarnya.[](rilis)






