ALAM kubur sangat menentukan dan gerbang menuju ke mahsyar nantinya. Selama hidupnya, seseorang mungkin dibuai oleh popularitas dan kekayaan. Tapi ketika ajal sudah menjemput, satu-satunya yang tersisa adalah amal perbuatannya. Menurut hadis Nabi, ada tiga hal yang menemani jenazah ke tempat peristirahatan terakhir, yaitu keluarga, harta benda, dan amal perbuatan.

Namun dua hal pertama akan segera meninggalkannya di pemakaman. Selanjutnya adalah persiapan menyambut sepasang malaikat yang akan hadir ke kubur dan menanyakan beberapa hal. Itulah siksa pertama dalam alam kubur. Dan amal perbuatan selama hidup di dunia akan menjadi pelindung bagi mayat tersebut. Lalu, apa sajakah yang ditanyakan oleh kedua malaikat tersebut? Dan bagaimana sesosok mayat akan menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan?

Sepasang malaikat itu adalah Munkar dan Nankir yang memang mengemban tugas sebagai interogator di alam kubur. Tepat ketika mereka datang, roh akan kembali ke jasad untuk menjawab daftar pertanyaan mereka. Kedua malaikat itu akan mendudukkan sosok mayat dan mulai melontarkan pertanyaan. Pertanyaan pertama adalah mengenai Tuhan. Jasad akan ditanyai, siapa Tuhan-nya. Kalau tak bisa menjawab, jasad akan disiksa dengan perih. Pertanyaan kedua adalah tentang agama. Apa agama dari sang jasad? Kalau masih tidak bisa menjawab, jasad akan kembali didera siksaan. Pertanyaan ketiga adalah tentang nabi. Siapa nabi dari sang jasad? Jika masih tak bisa menjawab, siksaan akan kembali diberikan.

Jika ketiga pertanyaan tersebut tidak terjawab, maka akan terasa hawa panas dari neraka beserta racunnya. Lalu muncullah sesosok pria yang berbau busuk, berbaju compang camping, dan wajahnya sangatlah buruk. Siapakah dia? Tak lain adalah amal perbuatan buruk dari sang jasad itu sendiri. Amal buruknya telah berubah menjadi sosok buruk rupa berbau busuk yang sebenarnya adalah perwujudan dari sang jasad itu sendiri.

Dan neraka telah menunggu kehadiran sang jasad. Selama menunggu hari pembalasan itulah, sang jasad akan berkali-kali menderita siksa kubur yang teramat pedih dan tak pernah terbayangkan sebelumnya. Berbeda kalau semasa hidup sang jasa berbuat amal baik dan bisa menjawab tiga pertanyaan tersebut. Kepadanya dijanjikan surga dan tempat yang nyaman selama di alam kubur.

Resep Indahnya di Alam Kubur?

Dahsyat dan beratnya kehidupan di alam kubur terutama indahnya malam pertama atau tidak. Dalam hal ini  Umar bin Khattabpun telah memperingatkan kita dalam sebuah ungkapannya, beliau berkata ,:”Seandainya saya memiliki emas sejengkal bumi, niscaya saya akan menggadaikan untuk menghindari tempat tertolak (kubur)”.

Ungkapan di atas mengandung sebuah pelajaraan, bahwa berbagai siksaan dan cobaan yang menimpa seseorang dalam alam barzah sesuatu yang sangat berat baik azab kubur dan berbagai peristiwa yang sangat memberatkan dan dahsyat, hendaknya menjadi ibrah untuk terus meningkatkan ibadah dan berintropeksi diri serta terus bermuhasabah dengan menyiapkan segala perbekalanmenuju mudik ke 'kampung' halaman sesungguhnya nanti.

Di antara amalan terbebas dan aman dari azab kubur terlebih indahnya malam pertama ataupun tidak adalah :

1. Membaca setiap malam surat al-mulk terlebih malam Jumat minimalnya

Dalam hadis baginda Rasulullah Saw bersabda: “Dia surat Al-Mulk merupakan penghalang, dia merupakan sebagai juru penyelamat yang akan membebaskan pembacanya dari siksaan kubur”(HR.Imam Turmuzi)

2. halat sunat Unsi Khubur (berjinak-jinak dalam kubur)

Salat seperti biasa, namun setelah membaca surat al-fatihah dibaca satu kali surat at-takasur dan ayat kursi kemudian membaca 10 kali surat al-Ikhlas pada kedua rakaat sama. Waktunya antara salat magrib dan isya.

Memperbanyak sedekah

Fenomena dalam ini sebagaimana rasulullah Saw bersabda:” bahwa sungguhnya sedekah itu akan meringankan siksaan kubur dari yang sering memberi sedekah dan sesungguhnya seorang yang beriman itu akan berteduh di bawah relungan sedekahnya pada hari qiamat”(HR.Ath-Thabari)

Sering Berdoa Siang Malam

Rasulullah pernah menceritakan “Terdapat seorang hamba Allah mendapat perintah di pukul sebanyak100 dalam liang lahatnya. Namun disebabkan orangitu sering berdoa supaya terhindar dari azab kubur selama hidupnya, maka dipukulilah dia cuma sekali pukulan”(HR.Imam At-Thahawi)

Menyempurnakan Basuhan Wudhu

“…Akan tetapi sekali dipukul itu melahirkan kuburan penuh dengan api, kemudian api hilang dan dia pulih dari pukulan tersebut, maka orang itu bertanya kepada malaikat ”alasan apa saya dipukul ”? Malaikat menjawab: ”Itu sebab kamu sembahyang tanpa wudhu’ (dengan wudhu’ dilakukan tidak sempurna) ”(HR.Imam At-Thahawi)

Tidak membantu seorang yang dianiaya

“..dan kamu pernah berjalan lewat orang yang dianiaya, namun kamu tidak memberikannya bantuan”(HR. Imam At-Tahawi).[]

*Staf pengajar di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dan Jamaah Tarekat Naqsyabandiah