QUETTA – Seorang pria di Pakistan yang telah memiliki 35 orang anak tengah mencari pasangan untuk dijadikan istri keempatnya demi mencapai tujuan hidupnya memiliki 100 orang anak. Menurut Sardar Jan Mohammad Khilji, memiliki anak sebanyak-banyaknya adalah sebuah tugas agama.

Pria berusia 46 tahun itu mengklaim ketiga istrinya mendukung keinginannya untuk menikahi wanita keempat.

Menurut hukum di Pakistan, seorang pria diperbolehkan untuk memiliki empat orang istri, meski begitu sang pria harus mendapatkan persetujuan dari istri pertamanya dan dewan arbitrase untuk menikah lagi.

Khilji yang berasal dari Quetta, Balochistan memamerkan dua orang bayi perempuannya yang baru saja dilahirkan. Dia menegaskan bahwa dia bertindak adil dan memberikan kasih sayang secara bergantian kepada 35 anaknya, yang semuanya berusia di bawah 15 tahun.

Dia juga mengatakan jarang melakukan kesalahan atau tertukar dalam menyebut nama anak-anaknya.

Menurut laporan yang dilansir Daily Mail, Sabtu (4/6/2016), saat ini Khilji hidup dengan membuka sebuah klinik tak berizin di Quetta, di mana dia mengobati pasien yang mengalami penyakit ringan seperti sakit kepala dengan biaya yang murah. Dia juga mengelola sebuah seminari pembelajaran Alquran yang beranggotakan sekira 400 orang.

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengalami kesulitan keuangan untuk menghidupi anak-anaknya. Dia bahkan telah menyekolahkan 20 dari 35 anaknya ke sekolah swasta. Namun, dia tidak menjelaskan bagaimana caranya membayar semua pengeluarannya hanya dengan pekerjaannya sebagai seorang teknisi medis.

Meski mengatakan keluarganya hidup harmonis dan istri-istrinya mendukung kegiatannya, aktivis hak perempuan mengkritik kehidupan poligami Khilji. Menurut Rafia Zakaria pada kehidupan seperti yang dijalani Khijili, perempuan dan anak-anak yang akan menderita.

Rafia mengatakan bahwa dalam Alquran seorang pria diperbolehkan untuk memiliki maksimal empat orang istri hanya jika bisa memberikan keadilan yang sempurna kepada mereka.

“Keadilan yang sempurna adalah hal yang mustahil, dan karena alasan inilah poligami tidak pernah menjadi sebuah situasi yang baik,” ujarnya.[] Sumber: okezone.com