LHOKSEUMAWE Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara Prof. Apridar mengatakan ada 10 produk yang menjadi potensi unggulan Aceh Utara saat ini. Dari riset yang saya pimpin bersama tim tahun 2012 lalu, ada 10 produk yang menjadi unggulan daerah ini, yaitu sawit, padi, kakao, penangkapan hasil laut, cabai, karet, durian, ayam ras, praktik kebidanan, kerajinan tangan, katanya.
Hal itu disampaikan Apridar pada desiminasi produk unggulan Aceh Utara kerja sama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimal dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Utara di Gedung Akademik Center Cunda (ACC) Unimal, Lhokseumawe, Selasa 29 November 2016.
Apridar menyebutkan riset tersebut perlu di-update kembali agar sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah, minimal tiga atau empat tahun sekali. Sekarang sawit tidak baik untuk dikembangkan, ada solusi lain, yaitu kurma. Ini juga potensi untuk dikembangkan, pasarnya besar. Soal (potensi sektor) jasa, misalnya, bisa dirancang jasa untuk membuat kunjungan ke kompleks makam Sultan Malikussaleh menjadi primadona, ujarnya.
Apridar berharap Pemerintah Aceh Utara dan kabupaten/kota lainnya membuat pemetaan potensi daerah berdasarkan hasil riset. Sehingga, kata Apridar, hasil tersebut dapat diaplikasikan pada masyarakat yang berujung peningkatan kesejahteraan. Kita siap bekerja sama dengan lembaga mana pun melakukan riset untuk Aceh lebih baik, kata rektor Unimal ini.
Sementara itu Dekan FEB Unimal Wahyuddin Albra tampil menjelaskan metodologi penelitian potensi produk unggulan tersebut. Turut hadir Pj. Bupati Aceh Utara Muhammad Jamil, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), seluruh camat, unsur lembaga swadaya masyarakat, kepemudaan dan mahasiswa.[]


