TAPAKTUAN – Wakil Bupati Aceh Selatan, Kamarsyah S.Sos mengajak seluruh elemen masyarakat didaerah itu menggencarkan upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) sehingga kalangan masyarakat khususnya generasi muda terbebas dari pengaruh barang haram tersebut.
Memang berat upaya memberantas narkoba sebab ibaratnya seperti orang yang sudah kecanduan minum kopi atau mengisap rokok sehingga ketika sudah terlanjur menikmati narkoba maka untuk meninggalkannya sangat sulit. Meskipun demikian kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar jangan putus asa. Upaya pemberantasan narkoba membutuhkan kesabaran dan kemauan kita bersama, kata Kamarsyah dalam sambutannya pada acara workshop pemberdayaan masyarakat antinarkoba dilingkungan kerja atau tempat tinggal, di Aula Hotel Dian Rana, Tapaktuan, Selasa, 29 November 2016.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan tersebut diikuti perwakilan masyarakat dari delapan kecamatan, tenaga pendidik dari beberapa sekolah dalam Kecamatan Tapaktuan serta sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP).
Wabup Kamarsyah menegaskan, bahaya pengaruh narkoba sekarang ini tidak hanya mengancam masyarakat secara luas, tapi lebih dari itu juga sudah merambah ke dunia pendidikan dengan mengincar generasi muda.
Bahkan, kata Kamarsyah, penggunaan narkoba di lingkungan sekolah bukan jenis narkoba yang sudah dikenal luas oleh masyarakat seperti pil ekstasi, sabu dan ganja, melainkan sudah merambah penggunaan narkoba jenis yang tidak lazim dikenal masyarakat seperti lem, tinta pulpen, spidol serta berbagai jenis lainnya.
Karena itu, melalui kesempatan ini saya mengajak para tenaga pendidik baik dewan guru dan para kepala sekolah untuk bersikap tegas mengawal para anak didiknya masing-masing dari pengaruh narkoba. Saya minta kepada pihak sekolah agar tidak segan-segan melakukan sweeping di setiap ruang kelas belajar untuk memeriksa tas siswa. Demi mencegah generasi muda kita rusak akibat narkoba, jangan segan-segan bertindak tegas, pinta Kamarsyah.
Menurutnya, Pemkab Aceh Selatan telah mengambil kebijakan maksimal dalam rangka memberantas peredaran dan penggunaan narkoba ditengah-tengah masyarakat. Dukungan itu, kata dia, baik berupa dukungan maksimal diberikan kepada pihak BNNK dan Polres Aceh Selatan juga terlibat langsung dalam penggerebekan sejumlah lahan ganja dilapangan.
Bukti keseriusan kami memberantas narkoba itu telah saya tunjukkan langsung dengan ikut serta melakukan penggerebekan lahan ganja di sejumlah lokasi baru-baru ini. Dari hasil penggerebekan itu, petugas sudah berhasil memusnahkan puluhan hektar tanaman ganja siap panen disejumlah lokasi dalam wilayah Aceh Selatan, tegas Kamarsyah.
Untuk memaksimalkan lagi upaya pemberantasan barang haram tersebut, Wakil Bupati Aceh Selatan meminta kepada masyarakat setempat agar memberikan informasi kepada petugas jika ditemukan keberadaan narkoba di sekitar tempat tinggalnya masing-masing.
Jika mengetahui keberadaan narkoba khususnya ladang ganja yang marak di daerah ini, maka saya minta kepada masyarakat tidak segan-segan menginformasikan kepada petugas. Sebab langkah pemberitahuan itu merupakan bagian dari kontribusi yang diberikan masyarakat untuk memberantas narkoba demi menyelamatkan generasi muda penerus bangsa ke depannya. Jika masyarakat segan memberitahukan kepada aparat kepolisian, sekarang ini sudah ada personil BNNK di daerah, karena personil BNNK tersebut berasal dari sipil biasa, mungkin komunikasi dengan masyarakat dapat terjalin lebih mudah, tandas Wabup.
Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Aceh Selatan, Sasmita Anggraini mengatakan, kegiatan workshop yang berlangsung sehari tersebut juga diisi penyampaian materi oleh Kepala BNNK Aceh Selatan, Nuzulian S.Sos tentang strategi P4GN dan dari kasie pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNNP Aceh, Masduki SH tentang pengembangan karakter individu sebagai penggiat anti narkoba serta penyampaian RTL dari masing-masing peserta mewakili tenaga pendidik, ormas dan kelompok masyarakat lainnya.
Peserta yang mengikuti workshop ini terdiri dari perwakilan masyarakat dari Kecamatan Labuhanhaji Barat, Sawang, Meukek, Pasie Raja, Kluet Utara, Kluet Tengah, Kota Bahagia, Bakongan Timur. Sedangkan perwakilan tenaga pendidik berasal dari SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 3 Tapaktuan, termasuk SMAN 1 dan SMAN 2 Tapaktuan. Kegiatan itu juga diikuti ormas PERTI dan KNPI, pungkasnya.[]
Laporan Hendrik





