BANDA ACEH Komisioner KIP Aceh Hendra Fauzi mengatakan pihaknya selama ini gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang Pilkada Damai dan menjadi “pemilih cerdas”.
Kegiatan ini dilakukan untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat mengenai Pilkada Damai 2017. Jika pada tahun 2014, sosialisasi dilakukan dengan kegiatan jalan sehat, tahun ini melalui fun bike serta sosialisasi massal dengan Tambo (Maskot Pilkada Aceh 2017). Dan, mudah-mudahan kita bisa membuat konser untuk Pilkada Damai ke depan, kata Hendra di sela-sela fun bike di Banda Aceh, Minggu, 15 Januari 2017.
Hendra berharap melalui kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan akan meningkatkan pastisipasi pemilih. Diharapkan semua warga yang sudah memiliki hak pilih datang ke TPS pada 15 Februari 2017.
Hendra turut mensosialisasikan tentang pemilih cerdas. Poin-poin yang disampaikan antara lain, pertama, jangan salah membawa KTP ke TPS tempat terdaftar nama pemilih pada 15 Februari 2017. Kedua, masyarakat bisa langsung mengecek nama pemilih terdaftar di portal/website KPU RI untuk meyakinkan KTP yang dimiliki sudah terdaftar. Ketiga, waktu untuk pemilih untuk memilih (mencoblos) dilakukan pukul 08.00-14.00 WIB.
Keempat, kepada pemilih jangan ragu dan kenali terlebih dahulu calon yang dipilih serta dinilai terbaik yang mampu menyampaikan apa cita-cita untuk Aceh lima tahun ke depan. Kelima, perubahan itu ada di tangan pemilih. Apabila pemilih tidak menggunakan hak suara (golput), jangan salahkan bila ke depan Aceh tidak lebih baik. Karena tidak memilih akan berdampak perubahan yang lebih buruk. Keenam, jangan marah bahkan sampai terprovokasi apabila calon yang dipilih tidak menang. Berikanlah harapan besar yang dimiliki kepada calon yang terpilih untuk melakukan perabuhan di Aceh yang lebih baik.
Hendra menyebut upaya sosialisasi Pilkada Damai 2017 dan pemilih cerdas juga dilakukan ke lembaga-lembaga pendidikan, masyarakat disabilitas dan komunitas.
Sosialisasi banyak kita kerjakan, selain ke sekolah-sekolah, kita juga ke kampus-kampus. Juga ke pemilih di disabilitas, dan di pemilih kelompok atau komunitas, kata Hendra.[]
Laporan Muhammad Saifullah



