BLANGKEJEREN – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gayo Lues, Noval, mengatakan minimnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021 karena banyak persoalan.

“Sebenarnya realisasi PAD ada yang menjadi persoalan, seperti yang terjadi di Dinas Perhubungan, target Rp150.400.000, tetapi yang sudah terealisasi baru Rp37 juta. Artinya, masih di bawah 50 persen. Itu semua karena ada sumber PAD di lapangan tidak bisa dipungut,” kata Noval saat menghubungi wartawan melalui telepon WhatsApp, Selasa, 7 September 2021.

Noval merincikan target PAD Dishub yang tidak bisa dipungut lagi seperti parkir depan Hotel Wahyu atau Bank BRI Samping Bargendel yang ditargetkan Rp4 juta, parkir depan Bank BRI Kutelintang ditargetkan Rp5,6 juta. Kedua kantor BRI itu kini sudah tutup sehingga uang parkir tidak ada lagi.

“Kemudian parkir di Pajak Terpadu Blangkejeren, semula direncanakan dipungut oleh Dinas Perhubungan dengan target Rp7 Juta, tetapi sudah diambil alih oleh Dinas Perdagangan. Begitu juga dengan retribusi parkir di Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim (RSU MAK) dengan target Rp44 juta, itupun pengelolaanya sudah diambil alih pihak RS,” jelasnya.

Selain itu kata Noval, target PAD dari bus sekolah sebesar Rp35 juta juga tersendat akibat Covid-19. Bus tidak beroperasi lantaran anak-anak belajar dari rumah, sehingga Pemda tidak menganggarkan biaya operasional. Ketika anak sekolah mulai belajar tatap muka, mobil tidak bisa jalan lantaran tidak ada anggaran dan tak bisa menghasilkan PAD.

“Meski begitu, target PAD Dishub akan kami upayakan bisa terealisasi 50-60 persen sampai akhir tahun. Dan masalah yang terjadi ini sudah kami surati ke Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaaten (BPKK). Mudaah-mudahan saat perubahan anggaran nanti bisa dihapus yang tidak bisa dipungut ini,” katanya.[]