BANDA ACEH – Massa mahasiswa yang tergabung dalam aksi BEM se-Aceh menyebutkan penyerahan bendera Bulan Bintang untuk DPR Aceh merupakan keinginan mereka dalam aksi yang dilakukan di gedung Parlemen Aceh, Senin, 3 April 2017. 

“Karena memang harus seperti itu kita berikan (bendera Bulan Bintang),” ujar Koordinator Aksi, Jaili Farman, kepada portalsatu.com.

Menurut Jaili, awalnya mereka hendak mengibarkan sendiri bendera tersebut. “Tetapi kami menghormati proses hukum, ya kami berikan kewenangannya (kepada DPRA),” katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, mahasiswa mengumandangkan azan dan menyerahkan bendera bintang bulan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), di halaman gedung DPRA, Banda Aceh, Senin, 3 April 2017. Mereka juga meminta anggota DPRA mengibarkan bendera tersebut.

Pantauan portalsatu.com, para mahasiswa berasal dari berbagai universitas di Aceh, mengumandangkan azan saat berunjuk rasa di halaman gedung DPRA. Mereka kemudian menyerahkan bendera bintang bulan kepada Iskandar Usman Al-Farlaky, anggota DPRA.

Sebelum itu, para mahasiswa meminta DPRA menindaklanjuti persoalan UUPA terkait kebijakan Gubernur Aceh memutasi pejabat eselon II. Selain itu, mendesak Pemerintah Aceh segera melaksanakan Qanun tentang Lambang dan Bendera Aceh.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengatakan akan melakukan referendum apabila DPRA tidak menindaklanjuti tuntutan tersebut. Mereka meminta anggota DPRA segera mengibarkan bendera bintang bulan.

“Kibarkan, kibarkan, kibarkan, kibarkan,” teriak para mahasiswa dalam aksi itu.[]