LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya mengatakan proses tender proyek (pengadaan barang dan jasa pemerintah) sumber dana APBK 2016 akan dimulai dalam bulan ini.

“Ya… dalam bulan ini kita harus tender semua. Sudah kita perintahkan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), ada yang memang terkendala dengan dokumen (belum siap) di SKPD, kita sudah semua pertimbangkan. Kalau memang dokumennya belum (siap), itu kita agak sulit. Yang pasti tidak bisa dilakukan (tender) kalau dokumennya belum selesai,” kata Suaidi menjawab portalsatu.com usai salat Jumat di Masjid Islamic Centre Lhokseumawe, 10 Juni 2016.

(Baca juga: Lhokseumawe Belum Lelang Proyek 2016)

Panatauan portalsatu.com pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Lhokseumawe, sampai 10 Juni 2016, belum satu pun proyek sumber dana tahun 2016 ditayangkan untuk proses tender. (Lihat: LPSE Lhokseumawe)

Suaidi juga berdalih pihaknya selama ini mencari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang memiliki sertifikasi. “Dan juga kita PPTK  yang memang kita cari. Karena kita sulit daripada di PPTK yang harus ada sertifikasi. Jadi, itu juga jadi problem kita juga,” ujarnya.

“Jadi, dalam bulan ini kita selesai (soal dokumen tender),” kata Suaidi lagi.

(Lihat pula: Defisit Anggaran dan Alasan Belum Lelang Proyek, Apa Dampaknya?)

Disinggung mengapa proyek penunjukan langsung (PL) juga belum direalisasikan, padahal tanpa harus melalui proses tender, Suaidi mengatakan, “Iya, juga harus ada dokumen, harus ada PPTK-nya, harus ada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen)-nya. Makanya kita kesulitan juga, itu masalahnya. Kesulitan kita kebanyakan di sini”.

Meski terlambat ditender, Suaidi merasa optimis proyek-proyek tahun anggaran ini akan terealisasi semuanya sesuai target yaitu pada November mendatang. “Intinya gini, kita target dalam bulan November itu selesai, Insya Allah kita selesai. Sudah kita duduk dengan tim, sudah oke,” ujarnya.[] (idg)