SIGLI – Massa dari Gampong Cot, Kecamatan Muara Tiga dan Gampong Kulee, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, memprotes pembangunan pabrik semen PT Samana Citra Agung di Gampong Cot, Sabtu, 30 Juli 2016 sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi itu berakhir ricuh, bahkan massa turut membakar mobil dan fasilitas milik PT Samana.
Informasi yang berhasil dihimpun portalsatu.com di lapangan, aksi yang dikoordinir oleh Ramlan Ishak (35) warga Gampong Cot ini terkait sengketa tanah warga dengan PT SCA yang menurut warga belum tuntas. Warga protes agar pabrik semen tidak dibangun dulu sebelum persoalan tanah selesai.
Setelah berkumpul di simpang masuk lokasi, jumlah warga yang kian bertambah langsung masuk ke lokasi pekerjaan PT. SCA. Mereka kemudian bertindak anarkis dengan merusak dan membakar sejumlah fasilitas di lokasi.
Satu unit Mobil Kijang Pick Up nomor polisi BL 8437 AF, satu unit tangki bahan bakar solar kapasitas 16.000 liter dan dua unit barak pekerja dibakar. Massa juga juga menghancurkan satu unit tangki air, MCK dan 4 barak pekerja.
Aksi massa saat itu baru bisa dikendalikan setelah aparat gabungan TNI/Polisi dari Kodim 0102 Pidie dan Polres Pidie diterjunkan ke lokasi. Aparat keamanan yang dipimpin langsung Kapolres Pidie AKBP M. Ali Khadafi, SIK, sekira pukul 11.00 wib berhasil membubarkan massa yang diperkirakan berjumlah 800 orang.
Seluruh alat berat milik PT SCA diamankan ke Polsek Muara Tiga.
Kapolres mengatakan, tindakan yang dilakukan massa dengan merusak dan membakar fasilitas tersebut merupakan tindakan anarkis dan melanggar hukum.
Kita bertindak sesuai hukum. Siapapun yang melakukan pelanggaran akan kita tindak, kata Ali Khadafi.[](bna)


