1. Qadariyah

Qadariyah berasal dari kata qadr yang artinya mampu atau berkuasa. Kaum Qadariyah berpendapat bahwa manusia mempunyai kemerdekaan dan kebebasan dalam menentukan perjalanan hidupnya.

Selain itu, mereka berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan perbuatan – perbuatannya. Maka, nama Qodariyah berangkat dari pengertian bahwa manusia mempunyai qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, bukan berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai takdir yang sudah ditetapkan Allah SWT. Ustad Asroni Al Paroya juga mengatakan bahwa, Qadiriyah berkeyakinan mengingkari Taqdir Allah, atau segala perbuatan makhluk di luar kehendak Allah

  1. Jabariyah

Berbeda dengan Qadariyah, aliran Jabariyah justru berbanding terbalik dengan Qadariyah. Jabariyah berasal dari kata jabr yang artinya paksaan. Aliran ini ditonjolkan pertama kali Jahm bin Safwan (131 H), sekretaris Harits bin Suraih yang memberontak pada Bani Umayyah di Khurasan. Memang dalam aliran ini terdapat faham bahwa manusia mengerjakan mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa.

Aliran ini berpendapat bahwa, manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya. Perbuatan – perbuatan manusia telah di tentukan dari semula oleh Qada dan Qadar Tuhan.

Tidak semua aliran dalam Islam di atas masih ada hingga kini. Karena pada zaman dahulu aliran tersebut muncul sebagai senjata untuk merebut kekuasaan. Seperti khawarij, mereka muncul karena tidak setuju dengan kebijakan yang diambil oleh Sayidina Ali untuk berdamai dengan Muawiyah. Sehingga pada akhirnya pengikut Ali bin Abi Thalib mempunyai dua musuh, yaitu Khawarij dan juga Muawiyah.[]sumber:okezone.com