BANDA ACEH – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) dan BKKBN Aceh menyelenggarakan Webinar Harganas 2020 dengan Tema “Keluarga Sehat dan Keren, di Era New Normal”.
Webinar dilakukan pada Sabtu, 4 Juli 2020 pukul 08.30-11.00 WIB, menampilkan narasumber antara lain Dr. dr.M.Yani, M.Kes, PKK (Deputi Bidang KSPK BKKBN), Dr. Dyah Erti Idawati, MT, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd (Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Aceh), dr. Media Yulizar, MPH (Pengurus Harian Daerah PKBI Aceh dan Staf Ahli Walikota Banda Aceh) dan DR. Dr.Isti Ilmiati Fujiati, MSc.CM-FM, MPd.Ked, PKK (Ketua KIKKI). Webinar host yaitu Agus Agandi (PKBI Aceh).
Hari Keluarga Nasional diperingati dengan tujuan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.
Dr. dr.Yani dalam sambutan mengatakan bahwa kondisi keluarga di Indonesia saat ini mengalami beberapa persoalan yang harus menjadi perhatian serius seperti stunting terhadap balita.
“Angka kematian bayi (AKB) 24 kematian dari 1000 kelahiran hidup, 1 dari 3 balita mengalami stunting, 5,1% remaja pernah mengkonsumsi Napza,” kata dr Yani.
Dyah Erti Idawati mengatakan bahwa peringatan Harganas tahun ini dirasakan sangat berbeda dan menjadi tahun terberat karena terjadinya pandemi Covid-19. “Tentu kondisi wabah ini mengubah interaksi keluarga baik di dalam keluarga itu sendiri, maupun interaksi keluarga di luar rumah. Ada banyak dampak yang dirasakan oleh unit terkecil, di keluarga,” ungkap Dyah Erti.
“Dampak ekonomi, dampak psikososial, dampak sosial, dan dampak lainnya yang tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa di dalam keluarga, tetapi juga anak-anak. Tentu kondisi ini penting menguatkan lagi fungsi keluarga yaitu fungsi agama, fungsi sosial budaya, cinta dan kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi pendidikan, fungsi kesehatan reproduksi, fungsi ekonomi, dan fungsi lingkungan,” ujarnya.
Sahidal Kastri menyatakan bahwa Aceh juga mengalami dampak dari wabah ini. Namun capaian Harganas Aceh tahun ini meski didalam kondisi pandemi wabah virus corona berhasil meraih capaian akseptor tingkat nasional.
“Akan tetapi capaian Harganas Aceh tahun ini BKKBN Aceh berhasil meraih persentase tertinggi capaian akseptor tingkat nasional yaitu sebanyak 13.502 akseptor atau 417 persen dari target yang ditetapkan sebanyak 3.238 akseptor,” imbuhnya.
Ketua Kolegium Ilmu Kedokteran Keluarga Indonesia (KIKKI) Dr. dr. Isti Ilmiati Fujiati mengatakan bahwa kesehatan keluarga di masa pandemic dan new normal seperti saat ini harus tetap diperhatikan. “Jika ada anggota keluarga yang mengalami sakit, maka proses penyembuhan juga sangat dipengaruhi oleh fungsi keluarga,” tegas Isti Ilmiati.
Dr. Media Yulizar menyampaikan paparannya terkait dengan kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mendukung keluarga sehat di era new normal yaitu dengan melalui pelayanan posyandu yang sesuai dengan protokol kesehatan, home visit, dan blended learning, guru kedua.
Di ujung webinar, Dyah Erti Idawati kembali mengingatkan bahwa pentingnya dukungan dari semua pihak untuk dapat memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 karena Aceh sudah memiliki kasus transmisi lokal, begitu juga dengan pendidikan public yang dimulai dari tokoh-tokoh agama.
“Tokoh masyarakat yang berpengaruh dan aparatur gampong yang memiliki peran penting di tingkat gampong untuk terus menyerukan, mengajak masyarakat dan keluarga keluarga agar bisa tetap beraktivitas di luar namun harus disiplin mengikuti protokol kesehatan sebagai bagian ikhtiar dalam melindungi diri dan keluarga dengan menggunakan masker jika ke luar rumah, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara rutin,” tutup Dyah Erti Idawati.[](rilis)





