Kenduri maulid ini sudah menjadi tradisi acara tahunan bagi warga Aceh. Jadi, bagi kamu yang bukan orang Aceh, beruntunglah kalau datang ke Aceh pada musim maulid, karena kamu bisa telusuri makanan khas Aceh saat kenduri maulid di Aceh.
Rentang waktu maulid di Aceh cukup panjang, yaitu mulai dari bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir, dan Jumadil Awal. Selama 3 bulan itulah masyarakat Aceh merayakan maulid, dan selama itu pula sesajian makanan khas Aceh dapat kamu telusuri, dan dinikmati dengan puas.
Berikut makanan yang tersedia saat maulid Nabi Muhammad saw di Aceh.
1. Bu Kulah
Pasti kamu aneh mendengar kata ini kan? Ya.., ialah, ini kan bahasa Aceh, kalau orang Aceh sudah familiar dengan bu kulah. Nah, kamu yang bukan orang Aceh?
Baiklah, Bu Kulah itu nasi yang dibungkus dengan menggunakan daun pisang, dan dibentuk seperti piramida.
Sebelum nasinya dibungkus, daun pisang sebagai pembungkusnya dijemur terlebih dahulu sampai daunnya lunak. Jadi tidak robek saat dijadikan pembungkus atau dibentuk menjadi piramida.
Kemudian daun pisang tersebut digunting sesuai dengan ukuran bungkusan nasi, dan kemudian ditaburi garam. Barulah dimasukkan nasinya, dan kemudian dibungkus membentuk piramida.
Nasi inilah yang digunakan untuk makanan di acara maulid. Eitss, tapi ingat. Kamu tidak akan menemukan Bu Kulah ini saat diundang makan ke rumah orang yang mengadakan maulid.
Hanya untuk makanan yang dibawakan ke Masjid, atau Meunasah di Acara puncak perayaan maulid, atau acara perayaan di Balai Wali Kota.
Seperti aku, dapat juga Bu Kulah nya pada saat diundang di Balai Wali Kota. Hehehehe.[]


