Upacara peringatan 15 tahun musibah tsunami Aceh akan digelar di Pidie Convention Centre (PCC) di Kota Sigli, Kabupaten Pidie pada Kamis, 26 Desember 2019. Beragam kegiatan telah diagendakan. Jumlah undangan diperkirakan mencapai 7.000 orang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin menjelaskan, peringatan Tsunami sebagai momentum untuk selalu mengenang dukungan dan solidaritas masyarakat global untuk masyarakat Aceh selama Aceh Recovery.
“Peringatan 15 tahun musibah gempa dan tsunami ini sudah selayaknya menyadarkan kita betapa kecil dan tidak berdayanya manusia di hadapan kemahakuasaan Allah SWT, ini harus menjadi lessons learnt sebagai introspeksi diri bagi kita semua,” ujarnya.
Jamaluddin menjelaskan, serangkaian kegiatan peringatan 15 tahun musibah gempa dan tsunami Aceh akan digelar sejak seminggu sebelum acara puncak, yakni mulai Jumat, 20 Desember 2019, pada hari itu khutbah Jumat serentak di seluruh kabupaten/kota di Aceh akan membahas tentang tema musibah tsunami.
Kemudian pada 25 hingga 27 Desember 2019 akan dilakukan pengibaran bendera setengah tiang dis etiap kantor, lembaga dan instansi pemerintah untuk mengenang para korban yang meninggal dalam musibah maha dahsyat 15 tahun lalu tersebut. “Pada 25 hingga 27 Desember 2019 juga ada dukungan peringatan tsunami komunitas yang digelar di Museum Tsunami Aceh,” lanjut Jamaluddin.
Pada pagi 26 Desember 2019 juga akan ada ziarah kubur ke kuburan massal korban musibah gempa dan tsunami di Ulee Lheu, Banda Aceh, kemudian dilanjutkan dengan acara zikir bersama yang bertajuk “Aceh Berzikir” bersama Ustad Zamhuri Ramli dilanjutkan dengan doa bersama dan menyerahkan santunan untuk anak yatim.

Sementara acara puncak pada 26 Desember 2019 dipusatkan di Pidie Convention Centre (PCC) di Kota Sigli, Kabupaten Pidie, dengan menghadirkan Ustad Abdus Somad alias UAS sebagai penceramah yang akan menyampaikan tausiyah bersama hiburan religi dari Opick dan teatrikal kebencanaan.
“Di sela-sela acara puncak peringatan tsunami di PCC Sigli nanti juga akan ada pemutara video singkat tetang kejadian tsunami masa lalu dan kebangkitan masyarakat. Acara nanti diakhiri dengan makan siang bersama dalam acara kenduri rakyat,” ungkap Jamaluddin.
Selain itu ada juga beragam kegiatan lainnya yang digelar sebelum acara pincak, seperti: Rally Tsunami Pole yang digelar pada 1 Desember 2019 di Banda Aceh, Keluarga Tangguh Bencana (Katana) Indonesia pada 6 hingga 8 Desember 2019 di Pasie Jantang, Kabupaten Aceh Besar. Ada juga pameran foto kebencanaan yang digelar di Museum Tsunami Aceh pada tanggal 13 hingga 15 Desember 2019.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) juga melakukan peluncuran buku ‘Smong Purba’ yang berisi tentang pengetahuan tsunami masa lalu di Aceh, serta acara Forum Ilmuan “Mengemas Pengetahuan Tsunami Purba di Pesisir Aceh: Dari Meja Peneliti ke Publik” yang digelar pada 17 Desember 2019.
Sementara Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) pada momentum peringatan tsunami juga menggelar Seminar Kearsipan Nasional pada tanggal 5 dan 6 Desember 2019 di Balai Arsip Banda Aceh, serta Muzakarah Cendikiawan Muslim: Membangun Ikhtiar Menuju Aceh Sadar Bencana pada 18 Desember 2019, Seminar Kebencanaan dengan University of Hyogo Jepang pada 25 Desember 2019 di Kampus Unsyiah.
Selain itu di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh juga aka nada pergelaran Live Music Simulasi Becana pada 25 Noveber 2019 bersama Bloom Work, Jepang, serta Malam Renungan Kebencanaan pada malam 26 Desember 2019.[Adv]






