Shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang paling utama. Selain itu, doa shalat (salat) Tahajud juga mustajabah. Bagaimana doa salat Tahajud yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?
Waktu salat Tahajud
Salat Tahajud adalah salat sunah yang dikerjakan di sebagian waktu malam, diawali dengan tidur terlebih dulu. Waktunya terbentang setelah Isya hingga sebelum Subuh. Dan waktu paling utamanya adalah di sepertiga malam yang terakhir.
Keutamaan salat Tahajud
1. Siapa yang ahli-ahli Tahajud akan diangkat Allah ke tempat/kedudukan terpuji sebagaimana firman-Nya dalam surah Al Isra’ ayat 79.
2. Kunci masuk surga. Sebagaimana sabda Nabi saw., dalam riwayat Tirmidzi, “Sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang yang membutuhkan), sambungkanlah silaturrahim, dan shalat-lah pada malam hari ketika orang lain sedang tidur; niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”
3. Salat sunah yang paling utama. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam riwayat An Nasa’i, “Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”
4. Selain mendapatkan kedudukan mulia di akhirat kelak, orang-orang yang ahli Tahajud juga akan mendapatkan kedudukan yang mulia di dunia. Allah akan memberinya kemuliaan dan kewibawaan.
5. Doanya dikabulkan Allah. Apalagi jika ia melakukannya di sepertiga malam yang terakhir.
6. Salat Tahajud merupakan kebiasaan orang-orang shalih terdahulu. Maka siapa yang saat ini senantiasa mengerjakannya, maka ia pun tercatat sebagai orang-orang yang shalih sebagaimana mereka.
7. Penghapus dan pencegah dosa.
Pembahasan lebih lengkap mengenai keutamaan dan tata cara salat Tahajud bisa dibaca di artikel shalat Tahajud
Keutamaan Doa
Doa adalah perintah Allah
Doa adalah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa. Adapun orang yang tidak mau berdoa, ia termasuk orang yang sombong.
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al Mu’min: 60)
Doa adalah ibadah
Doa adalah ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana sabda Nabi:
“Doa itu adalah ibadah”. (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)
Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Tazkiyatun Nafs menjelaskan surah Al Baqarah ayat 186 bahwa ayat tersebut mengandung dua makna. Pertama, Allah memberi apa yang diminta oleh hamba-Nya dalam doa. Kedua, Allah memberi pahala atas doa dan ibadah hamba-Nya.
Allah mengabulkan doa hamba-Nya
Sebagaimana surah Al Mu’min di atas, dan juga firman-Nya:
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”. (QS. Al Baqarah: 186)
Allah memuliakan doa
Allah sangat memuliakan doa melebihi apa pun. Rasulullah bersabda:
“Tidak ada sesuatu yang lebih dimuliakan Allah Ta’ala daripada doa”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Doa bisa mengubah qadha’
Takdir ketentuan Allah (qadha’) tidak bisa diubah kecuali dengan doa. Sebagaimana sabda Rasulullah:
“Tidak ada yang bisa menolak qadha kecuali doa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali perbuatan baik”. (HR. Tirmidzi)
Keutamaan doa salat Tahajud
Seperti dijelaskan di awal pada bagian keutamaan salat Tahajud, doa orang yang salat Tajahud akan dikabulkan Allah. Apalagi jika waktu Tahajudnya di sepertiga malam terakhir. Sebab waktu ini adalah waktu yang paling mustajabah untuk berdoa.
Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir, (lalu) Dia berfirman, “Barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.” (Muttafaq ‘alaih)
Jadi, selain keutamaan doa secara umum, doa salat Tahajud memiliki keutamaan khusus ini.
Doa salat Tahajud
Bagaimana doa salat Tahajud yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?
Pertama, dari riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:
“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milik-Mu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milik-Mu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar.
Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau”. (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad)
Kedua, dari riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui yang gaib dan yang nampak. Engkau yang memutuskan di antara hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepadaku untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus”. (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud)
Doa tersebut dibaca Rasulullah saat mengawali salat Tahajud, yakni dibaca sebagai doa iftitah.
Bagaimana dengan doa lainnya? Tentu saja diperbolehkan. Khususnya setelah selesai salat Tahajud, setiap Muslim dipersilakan untuk memperbanyak doa baik untuk kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat. Seperti dijelaskan di atas, doa pada sepertiga malam terakhir dikabulkan Allah demikian pula permintaan akan dipenuhi, permohonan ampun akan diampuni dan taubat akan diterima. Wallahu a’lam bish shawab.[](Sumber: Muchlisin BK/bersamadakwah)


