SUBULUSSALAM – Pembakaran sejumlah fasilitas milik PT Asdal Prima Lestari diduga buntut dari hubungan antara perusahaan dengan warga yang disebut-sebut kurang harmonis. Akibatnya, massa yang sudah terlanjur kesal menyikapi penangkapan salah satu warga dengan tindakan anarkis.
“Kalau hubungan dengan perusahaan, ya kurang harmonis dengan masyarakat dan warga sekitar,” ujar Ambran Manik, selaku Kepala Kampong Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.
Ambran mengatakan, perusahaan kelapa sawit ini sama sekali tidak memberikan perhatian kepada warga. PT Asdal Prima Lestari juga tidak menanggapi permohonan bantuan yang diajukan warga. Ambran Manik menilai, sejatinya pihak perusahaan menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar perkebunan.
Meskipun demikian, Ambran mengaku belum mengetahui penyebab terjadinya kerusuhan yang berujung pada pembakaran fasilitas PT Asdal Prima Lestari. Dia hanya mendapat informasi jumlah massa yang mendatangi perusahaan ini mencapai 500 orang lebih.
“Saya kemari setelah peristiwa pembakaran terjadi. Jadi, saya tidak tahu kronologisnya malam itu seperti apa,” ungkap Ambran.[] (*sar)


