BANDA ACEH – Setelah melakukan investigasi lapangan, Ombudsman RI Perwakilan Aceh membeberkan hasil temuannya.Investigasi tersebut dilakukan langsung ke lokasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di bekas kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Gampong Pande, Banda Aceh, Jumat, 26 Maret 2021.

Dalam investigasi kali ini Ombudsman juga melibatkan Nab Bhany selaku budayawan dan peminat sejarah Aceh.

“Investigasi lapangan kemarin kita juga libatkan Pak Nab Bhany,” ujar Dr. Taqwaddin Husin, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, dalam siaran persnya, Sabtu, 27 Maret 2021.

“Berdasarkan amatan kami, benar bahwa di lokasi pembangunan IPAL tersebut terdapat makam kuno sejumlah enam pusara kuburan,” tambah Taqwaddin.

Menurut informasi dari petugas pengamanan lokasi tersebut, enam kuburan itu ditemukan saat dilakukan pengerukan beberapa tahun lalu.

Ombudsman nantinya akan duduk bersama para pihak terkait hasil temuannya.

Berdasarkan penjelasan Kepala Ombudsman RI Aceh, saat ini di lapangan sudah ada empat kolam penampungan limbah yang hampir rampung dikerjakan. Kemudian makam kuno tersebut didapatkan pada penggalian kolam ke lima.

Selain itu, kata Taqwaddin, ada beberapa bangunan lain yang sudah siap dan pagar lokasi IPAL telah selesai dikerjakan.

“Tindak lanjut dari kunjungan lapangan ini, kami nanti akan memeriksa grand desain (DED) IPAL dari pihak PUPR dan meminta keterangan Pemko Banda Aceh, serta para ahli. Kami akan melakukan rapat koordinasi, kemudian akan membuat kesimpulan dan saran koreksi,” kata Taqwaddin.

“Kita akan mencari sulosi bersama nantinya. Karena dari satu sisi IPAL ini merupakan kebutuhan masyarakat, namun di sisi lain lokasinya berada di tempat pemakaman kuno yang penuh sejarah,” ujar Taqwaddin.

Tokoh budaya dan sejarah Aceh yang mendampingi Tim Ombudsman, Nab Bhany menyebutkan bahwa makam tersebut diperkirakan sekitar abad XIV.

“Dari bentuk nisannya, saya perkirakan ini merupakan peninggalan abad XIV. Namun belum dapat kita pastikan apakah makam ini milik para bangsawan atau yang lainnya,” ucap Nab Bhany di lokasi tersebut. [] (*)