SABANG – Pengurus Himpunan Masyarakat Simeulue (Himas) Banda Aceh merekomendasikan sejumlah kegiatan prioritas, sedang, dan nonprioritas untuk dilaksanakan pada tahun 2022. Rekomendasi tersebut lahir dalam rapat kerja (raker) tahunan yang digelar di kawasan Iboih, Kota Sabang, 15-16 Januari 2022.
Program disepakati dominan menyangkut kegiatan sosial untuk memperkuat silaturahmi antarwarga Simeulue yang berdomisili di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang. Selain itu, kegiatan keagamaan serta penguatan adat dan budaya.
Dalam raker itu turut dibahas peraturan organisasi sebagai landasan untuk menjalankan amanah AD/ART Himas Banda Aceh.
Raker tersebut dibuka Staf Ahli Wali Kota Sabang, Drs. M. Yusra, mewakili wali kota, Sabtu, 15 Januari 2022, malam.
“Saya merasa bahagia, saudara, bapak, ibu semua yang berasal dari Simeulue menggelar raker di Sabang. Dari pulau ke pulau. Kita sama-sama anak pulau,” kata M Yusra dalam sambutannya.
Mendengar Simeulue, Yusra mengaku teringat dengan sebuah kuliner khas Simeulue; memek. “Saya kalau ke sana (Simeulue) selalu disuguhkan dan mencari memek. Kadang sampai nambah dua kali,” ucap Yusra yang membuat peserta Raker tertawa.
Kuliner memek dimaksud Staf Wali Kota Sabang ini, yakni makanan beras gongseng dicampur santan dan pisang.
Yusra berharap anggota Himas Banda Aceh yang ada di Sabang turut membantu pemerintah setempat untuk memajukan Kota Sabang. Dia juga menyebut sejumlah tokoh asal Simeulue yang telah turut serta membangun Sabang ketika menjadi pejabat di sana. Salah satunya Ketua Umum Himas saat menjadi Kadis Kesehatan Sabang.
Ketua Umum Himas, Hj. Suwarni dalam sambutannya berpesan agar Pemko Sabang melihat sekaligus men-support warga Simeulue yang berdomisili di Sabang. “Warga Simeulue di Sabang merupakan bagian dari Himas Banda Aceh. Maka dilihat-lihat ya pak selama mereka di sini,” ujarnya.
Kepada semua pengurus Himas Banda Aceh yang hadir dalam raker, Suwarni meminta untuk serius dalam pelaksanaan program kerja sesuai yang telah direkomendasi masing-masing bidang. “Ini anggap saja sebagai bentuk pengabdian kita pada organisasi. Mari kita serius dalam melaksanakan setiap kegiatan,” tutur Suwarni.[]




