Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaInspirasiKisah Rasulullah Dilindungi...

Kisah Rasulullah Dilindungi Jaring Laba-Laba

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam merupakan makhluk paling mulia dan kekasih Allah Subhanahu wa ta’ala. Beliau selalu mendapat perlindungan dari Allah Ta’ala ketika mendapat kesulitan. Salah satunya dalam kisah Rasulullah dilindungi jaring laba-laba.

Dikutip dari laman About Islam, suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersembunyi di sebuah gua didampingi sahabatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, karena dikejar sekelompok kaum kafir Quraisy. Rasulullah dan Abu Bakar berhasil keluar Makkah, meski sudah larut malam, mereka tetap berjalan mencari perlindungan.

Kemudian ditemukanlah sebuah gua. Kaum Quraisy terus memburunya, dan bahkan tidak segan-segan membunuhnya. Lalu tiba-tiba ada seekor laba-laba di dalam gua yang ditempati Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan Abu Bakar. Serangga berkaki banyak itu pun kemudian berputar-putar, membentuk sebuah jaring. Di mana jaring tersebut biasanya dibuat sebagai perangkap mangsanya.

Atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, ternyata jaring yang dibuat laba-laba tersebut untuk melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan Abu Bakar dari kejaran kaum kafir Quraisy. Akhirnya mereka selamat berkat perlindungan jaring laba-laba tersebut.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya: “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Ankabut: 41)

Dihimpun dari ‘Buku Pintar Sains dalam Alquran‘ karya Dr. Nadiah Thayyarah, beberapa kitab tafsir menjelaskan bahwa rumah laba-laba rapuh karena tidak bisa melindungi dari panas, dingin, hujan, dan angin. Ia dianggap rapuh karena ringkih dan tidak kukuh.

Begitulah yang diungkapkan dalam beberapa kitab tafsir. Tapi, seorang profesor di bidang serangga mengatakan dalam salah satu bukunya bahwa dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala “seperti laba-laba yang membuat rumah” terdapat kemukjizatan ilmiah. Yang membangun rumah adalah laba-laba betina sehingga pada kata “membuat” (ittakhadzat) terdapat penanda perempuan (muannats) yang berupa huruf Ta’ ta’nits.

Laba-laba betinalah yang merangkai rumah. Lalu ia mempersilakan laba-laba jantan untuk masuk seraya berdiri di depannya dengan gerakan-gerakan yang memesona dan nyanyian merdu agar si jantan mau masuk ke dalam rumah. Setelah terjadi proses pembuahan, laba-laba betina akan memakan laba-laba jantan jika si jantan tidak berhasil melarikan diri. Si betina pun akan memakan anak-anaknya jika mereka tidak berhasil melarikan diri. Anak-anak laba-laba juga akan saling memakan satu sama lain.

Jadi, rumah laba-laba memang rumah “berantakan” karena hubungan individu-individu di dalamnya rapuh, di samping bangunannya pun lemah. Dengan demikian, Alquran mengumpulkan dua kelemahan rumah laba-laba dalam satu perkataan saja.

Kemudian baru-baru ini terungkap bahwa jaring laba-laba tidak bisa bertahan lebih dari satu malam. Setelah semalam ia tidak bisa bertahan lebih dari satu malam. Setelah semalam ia tidak bisa lagi digunakan untuk berburu mangsa karena telah mengering dan zat pelengketnya tidak lengket lagi.

Jaring laba-laba pun rusak ketika fajar menyingsing, setelah ia menunaikan tugasnya pada waktu malam. Jadi, rumah laba-laba adalah rumah yang sangat rapuh, sebuah rumah yang hanya mampu bertahan paling lama satu malam saja.

Wallahu a’lam bishawab.[]Sumber: okezone.com

Baca juga: