SUBULUSSALAM – LO, salah satu warga Subulussalam yang berusia 45 tahun, dibekuk petugas polisi dari jajaran Mapolres Aceh Singkil, Rabu, 14 Desember 2016 sekitar pukul 23.00 WIB. Pria yang saban hari menjadi distributor minuman bermerk ini diduga menulis komentar bernada provokatif dan menistakan agama Islam di akun facebooknya.
Postingan LO ini dapat dibaca publik termasuk sejumlah tokoh dan warga Kota Subulussalam. Dalam postingan di media sosial tersebut, LO menuliskan, “Segerombolan orang-orang Yg paling dangkal ilmu agama nya..gurunya gila muridnya sinting . agamanya ciptaan manusia. alquran. buatan manusia.. para ulama ulama. manusia juga .muhammad, manusia. juga .apakah para ulama ulama yg anda hormati terutama Muhammad. tidak pernah luput dari kesalahan .mikir .jenggot bawah aja lo panjangi. bajunya putih. sorban segede ban traktor.. isi hatinya busuk.
Akibat ulah LO, tokoh masyarakat yang juga mantan anggota DPRK Subulussalam, Karlinus, bersama Ustad Fahmi dan Ustad Maksum kemudian membuat laporan ke Polsek Simpang Kiri. Mereka meminta pihak kepolisian mengusut tuntas prilaku LO yang dapat memicu kemarahan ummat Islam ini.
“Isi postingannya sangat berbahaya bisa memicu kemarahan umat Islam, makanya pelaku cepat kami amankan,” kata Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Riskian Miliardin SIK melalui Kapolsek Simpang Kiri AKP Dede Kurniawan SIK kepada portalsatu.com, Jumat, 16 Desember.
Dede menyebutkan LO merupakan warga asal Medan, Sumatera Utara. Saat ditangkap, dia menetap di salah satu kampung di Subulussalam.[]


