LHOKSEUMAWE – Polisi mengamankan dua anak buah kapal (ABK) KM Radjo Langit yang diduga mengangkut 10 ton bawang ilegal asal Thailand, Jumat, 26 Januari 2018, sekitar pukul 23.00 WIB. Kedua ABK itu berinisial Syd, 30 tahun, asal Aceh Tamiang, dan Myd, 40 tahun, asal Seunuddon, Aceh Utara.
Salah seorang ABK, Myd saat diwawancara portalsatu.com/ di sela-sela bongkar muat bawang di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pusong, Lhokseumawe, Sabtu, 27 Januari 2018, sekitar pukul 11.30 WIB, mengatakan, kapal itu ditangkap saat hendak merapat ke TPI Kuala Jambo Aye, Seunuddon.
“Jidrop poh siblah malam, lon urueng hinan cuma awak jaga boat. Rencana memang dibongkar hinan (ditangkap pukul 23.00 WIB, saya orang asal di situ, hanya jaga boat. Rencananya memang dibongkar di situ),” kata Myd.
Sementara ABK, Syd mengaku, ia diminta oleh orang lain untuk mengambil bawang, bedak cair dan barang lainnya dari Thailand.
“Barang itu asal Thailand, kami sampai ke Thailand pada Selasa, 24 Januari lalu. Setelah 30 jam perjalanan dari laut kami tiba di perairan Aceh Utara. ABK semua ada empat orang, dua lagi tidak ada saat ditangkap,” katanya.
Saat sejumlah wartawan sedang mewancara Syd, tiba-tiba datang AKP Erwin Satrio Wilogo, Panit I Subdit I Indaksi Ditreskrimsus Polda Aceh. Erwin melarang wartawan mewawancara ABK asal Tamiang itu karena belum diperiksa.
Bahkan, Erwin memaksa portalsatu.com/ dan seorang wartawan lainnya menghapus rekaman wawancara dengan Syd. Setelah memastikan rekaman dihapus, seorang polisi ditempatkan untuk menjaga dua ABK di dalam ruang kemudi.
Diberitakan sebelumnya, polisi dari Polda Aceh menangkap satu kapal motor yang diduga mengangkut 10 ton bawang ilegal asal Thailand di kawasan Kuala Jambo Aye, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Jumat, 26 Januari 2018, sekitar pukul 23.00 WIB.[] (Baca: Polisi Tangkap Kapal Motor Diduga Angkut Bawang Ilegal)[]



