LHOKSEUMAWE – Pemain Timnas Indonesia U-16 asal Batuphat Timur, Lhokseumawe, Amanar Abdillah, pulang ke kampung halamannya, Senin, 20 Agustus 2018, sore. Dia pun disambut bak seorang pejuang di Lapangan Sepak Bola, Batuphat. Maklum, Amanar berhasil membawa timnya meraih juara Piala AFF U-16 2018 setelah mengalahkan Thailand pada laga final Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, 11 Agustus 2018 lalu.
Baca juga: Pemain Timnas U-16 Asal Lhokseumawe Dapat Penghargaan dari Anggota DPRA
“Saya berterima kasih kepada DPR Aceh dan Pak Abdul Ghani (Geuchik Gampong Batuphat Timur) yang sudah memberikan semangat kepada saya,” kata Amanar kepada para wartawan, di Lapangan Sepak Bola, Batuphat, Senin sore.
Amanar mengatakan, sebenarnya talenta sepak bola Aceh masih banyak yang lebih bagus daripada dirinya. Namun, terpenting mereka harus banyak berlatih, berjuang dan jangan patah semangat. “Walaupun sudah terjatuh atau tidak berhasil, tetap harus terus berjuang,” ujarnya.
Dia mengaku termotivasi bermain bola dari para pesepak bola di Gampong Batuphat. “Saya ingin seperti mereka (teman-teman). Alhamdulillah, saya (kini) bisa berada di Timnas U-16 tersebut,” ungkap Amanar.
Selama bergabung dengan Timnas U-16, Amanar mencetak dua gol. Pertama ketika prakualifikasi AFC U-16, dan satu lagi di Piala AFF 2018.
Amanar merupakan anak dari pasangan Fadli (42), dan Srinila Purnama (41). Dia anak kedua dari lima bersaudara yang memiliki bakat sepak bola sejak usia 9 tahun.
Abang kandung Amanar, Ilham Mahfudzillah (17), saat ini bergabung pada Diklat Persib Bandung.
“Anak saya itu (Amanar) memang sudah sejak kecil saat usia 9 tahun mulai muncul bakat bermain bola. Dulu dia bersama teman-teman di sini juga sering bermain bola dan saya pun selalu men-support-nya,” kata Srinila Purnama, ibu kandung Amanar, kepada portalsatu.com/, Senin sore.
Srinila menceritakan, ia selalu mendampingi Amanar saat usia 9 tahun untuk latihan sepak bola di Medan, Sumatera Utara, bersama komunitas sepak bola, setiap hari libur, Sabtu-Minggu.
“Untuk biaya perjalanan dan sebagainya itu semua biaya pribadi saya gunakan saat itu, karena saya pun memiliki keyakinan untuk meraih kesuksesan anak saya di bidang olahraga sepak bola. Dukungan dari keluarga terus mengalir dan tidak hanya untuk dia (Amanar), juga untuk Ilham,” ujar Srinila.
Srinila berharap kedua anaknya itu ke depan terus mengasah kemampuan di bidang sepak bola. “Saya sangat mendukung kegiatannya, dan bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri serta untuk kemajuan daerah,” ungkapnya.[]




