IDI RAYEK – Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Muslem menilai program pengalihan Administrasi pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SMK ke pemerintah provinsi sama sekali tidak bermasalah. 

“Terkait wewenang peralihan ke provinsi mari kita lihat programnya dulu, apakah nantinya akan berjalan dengan baik atau tidak. Pada dasarnya ini tidak ada problem, karena ini masih dalam mekanisme pemerintah. Pun demikian kita juga bisa menilai setiap program yang diusulkan pemerintah tentu yang dipikirkan adalah  nilai plus bukan nilai minusnya,” ujar Muslim saat diwawancarai  portalsatu.com usai menggelar silaturrahmi  di SMA N 1 Peureulak Siang tadi, 9 November 2016.

Muslem  berpendapat dengan  upaya pemerintah untuk mengalihkan SMA dan SMK ke Provinsi, otomatis alokasi dana yang dikucurkan untuk SMA dan SMK bisa semakin bertambah.

“Jadi disini tidak ada masalah, bahkan kita yakin tunjangan yang diberikan kepada guru nanti lebih besar, karena pendapatan yang dikelola oleh provinsi,” katanya.

Disinggung mengenai guru kontrak Muslem juga menilai tidak ada  persoalan, bahkan kata dia pemerintah provinsi lebih leluasa mendapat anggaran untuk membiayai guru kontrak.

“Saya rasa tidak itu juga tidak ada masalah. Pemerintah juga telah melihat persoalan ini tentu akan ada upaya -upaya lain yang dilakukan baik dari pengangkatan K1 dan K2 serta penerimaan PNS nantinya,” ucap Muslem seraya berharap kepada guru untuk tidak mengambil beban terkait persoalan pengalihan SMA Dan SMK Ke Provinsi.

Muslim menambahkan sebelumnya   dia pernah  mengusulkan  pengalihan  wewenang SMA dan SMK ke tingkat pusat bukan hanya ditingkat provinsi.  Hal itu dinilainya agar tidak ada tarik menarik antara pendidikan dengan kepentingan politik.

“Ini pernah saya usul, agar ini tidak terganggu dengan pendidikan,” ucap Pria asal Alue Kumba, Aceh Timur itu.

Pantauan portalsatu.com Anggota Komisi XI DPR RI itu setelah mengelar silaturrahmi di SMA N 1 Peureulak, dia bersama rombongan  dari Setda Kab Aceh Timur turut berkunjung ke Monumen Islam Asia Tenggara  (Monisa) di Gampong banda khalifah  Bandrong kecamatan Peureulak.[]