ACEH UTARA – Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai (angin kencang disertai hujan deras), di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis, 18 Juli 2024, malam.

Plt. Camat Tanah Luas, Aceh Utara, Bakhtiar, S.E., kepada wartawan mengatakan hasil pendataan sementara di kawasan Simpang Rangkaya dan sekitarnya, lebih kurang 80 lapak pedagang dan warung rusak akibat kejadian itu.

Data dihimpun sementara pihak Muspika Tanah Luas, sejumlah gampong (desa) terdampak bencana alam tersebut, yaitu Ampeh, Teungku Di Bale, Rayeuk Meunje, Rangkaya, Paya, Jeumpa, Pante, Ujong Baroh SP, Trieng, Blang, dan Rawa, Kecamatan Tanah Luas.

Menurut Bakhtiar, peristiwa itu mengakibatkan banyak bangunan baik rumah, warung, dan lapak pedagang rusak berat. Ada juga atap rumah rusak parah tertimpa pohon tumbang akibat diterjang angin kencang.

Bakhtiar menyebut di beberapa gampong pohon tumbang ke rumah warga. Salah satunya Gampong Ujong Baroh SP, lima rumah rusak. Sejumlah desa lainnya juga terdampak angin kencang, namun masih dilakukan pendataan di lapangan.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Aceh Utara dan pihak terkait lainnya, apakah diperlukan untuk mendirikan tenda darurat. Mungkin kalau ada warga yang tidak bisa lagi tinggal di rumah, barangkali untuk sementara waktu akan diakomodir melalui keuchik (kepala desa) guna menggunakan tenda desa setempat,” kata Bakhtiar.

Bakhtiar menambahkan, besok (Jumat, 19 Juli) dilanjutkan pendataan untuk dapat disampaikan kepada pihak Dinsos terkait penanganan selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, lingkungan PT Pema Global Energi (PGE), diterjang badai, Kamis, 18 Juli 2024, sekitar pukul 16.30 WIB.

Pantauan portalsatu.com/, pukul 18.00 WIB, terlihat dari batas pagar Poin A PT PGE berjejeran lapak jualan dan warung makan milik warga hingga Cluster III, sebagian besar diterpa angin kencang disertai hujan deras, baik sebelah kiri maupun kanan jalan bekas ExxonMobil tersebut. Ada pula kanopi serta papan nama toko tampak hancur.

Di depan Cluster III PT PGE, puluhan lapak jualan ikan, pedagang buah dan sayuran pun rata rusak parah. Akibatnya, sepanjang jalan itu sempat terjadi kemacetan panjang usai guyuran hujan deras.

Sedangkan di jalan Kecamatan Matangkuli arah menuju Lhoksukon, Aceh Utara, terdapat dua titik pohon tumbang yang menutupi badan jalan.

Personel Polsek Matangkuli jajaran Polres Aceh Utara, dipimpin Kapolsek Iptu Hendra Jamiswar, langsung melakukan penanganan bersama masyarakat untuk membersihkan pohon tumbang guna menghindari kemacetan.[]