LHOKSEUMAWE – Pihak Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara mengklaim saat ini memusnahkan limbah infeksius sekitar 100 kilogram/hari.
Humas RSUCM, Jalaluddin, mengatakan limbah dari rumah sakit antara lain limbah cair, infeksius dan non-infeksius. Limbah infeksius, kata dia, dihancurkan dengan mesin incinerator sekitar 100 kg per hari.
“Sedangkan limbah cair, ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk pengelolaan. Limbah rumah tangga (non-infeksius) itu setiap hari diangkut oleh petugas DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan),” kata Jalaluddin kepada wartawan, Senin, 13 Desember 2021.
Jalaluddin menyebut ketika masih tingginya angka kasus Covid-19, limbah dari RSUCM milik Pemkab Aceh Utara itu meningkat hampir 100 persen atau sampai 300-400 kg per hari. Sehingga petugas yang menangani limbah tersebut harus bekerja ekstra, dalam sehari hingga tiga kali pengambilan untuk dimusnahkan.
“Kita membutuhkan tenaga ekstra, saat itu dalam satu hari sampai beberapa kali perlu dibakar. Kalau sekarang rata-rata limbah yang dimusnahkan 100 kg per hari, sesuai kapasitas mesin pembakar tersebut,” ujar Jalaluddin.
Menurut Jalaluddin, saat ini juga sedang dilakukan perbaikan mesin incinerator dan IPAL yang diperkirakan sudah berusia 17 tahun. “Kita melakukan perbaikan untuk kelancaran proses pemusnahan limbah tersebut. Perbaikan itu dengan dana dari APBN, tapi kita hanya menerima pengadaan barangnya saja di rumah sakit,” ucapnya.
Dia mengklaim limbah dari RSUCM tidak mencemari lingkungan sekitar. “Apalagi selalu dipantau oleh pihak DLHK. Salah satu indikator penilaian rumah sakit adalah bagaimana pengelolaan limbahnya, karena limbah yang dihasilkan itu sangat berbahaya bagi kesehatan,” kata Jalaluddin.[]




