BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, memotivasi para pimpinan dayah yang menghadiri acara Haul ke-8 Abuya Syekh Adnan Mahmud atau Nek Abu, di Kompleks Dayah Ashabul Yamin, Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan, Selasa, 1 Oktober 2019. Usamah menyebut Dayah Ashabul Yamin dapat menjadi contoh dalam hal kebersihan dan kerapian dayah.

Usamah juga mengajak para pimpinan dayah terus melakukan terobosan dan inovasi baru untuk perkembangan dan kemajuan dayah. 

“Namun setiap terobosan yang dilakukan di dayah, tetap tidak meninggalkan tradisi-tradisi dayah yang sudah lazim kita lakukan dalam lingkungan dayah selama ini. Dayah adalah benteng terakhir penjaga prinsip Ahlus sunnah wal jamaah mazhab Syafi’i,” ujar kadis bersarung itu.

Menurut Usmah, dayah-dayah di Aceh dari segi pengkaderan ulama, tidak diragukan lagi. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya sejumlah ulama besar. Usamah mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah hanya bertugas memoles casing/kulit  dengan manhaj yang makruf dalam Aswaja.

“Memelihara khazanah lama yang baik dan mengambil pembaharuan yang lebih baik,” kata Usamah.

Kedatangan Kadis Pendidikan Dayah Aceh bersama rombongannya di Dayah Ashabul Yamin disambut hangat Waled Marhaban Bakongan. Turut hadir ulama kharismatik, Abon Kutafajar, dan para pimpinan dayah di Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya.

Mantan Ketua Alumni Dayah Ashabul Yamin tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Dayah Ashabul Yamin (Ikadas), Muhammad Rasyid, mengatakan kehadiran Kadis Pendidikan Dayah Aceh dalam acara Haul ke-8 Nek Abu adalah bentuk komunikasi dan dukungan Pemerintah Aceh kepada kalangan dayah.

“Kami berharap ke depan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah terus memberikan dukungan baik moril maupun materiil,” ujar Muhammad Rasyid.

Dalam acara itu juga dilaksanakan musyawarah mufakat untuk memilih ketua baru alumni Dayah Ashabul Yamin, yang diamanahkan kepada Tgk. Syafrizal.[](rilis)