LHOKSEUMAWE – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Lhokseumawe memastikan untuk logistik Pemilu 2019 berupa surat suara dari fisik luar tidak ada yang rusak setelah dicek satu kotak (koli) sebagai sampel di Gudang KIP Lhokseumawe, di Gampong Uteunkot, Kecamatan Muara Dua.

Ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe, Teuku Zulkarnain, mengatakan, pihaknya sudah membuka satu kotak surat suara sebagai sampel yang diindikasikan basah. Setelah dilihat di dalam kotak itu, kata dia, tidak ada perubahan sama sekali dan dipastikan aman sampai saat ini.

“Insya Allah dalam waktu dekat pihak KIP Lhokseumawe akan melakukan proses pembongkaran dan pelipatan surat suara tersebut. Nanti akan kita lihat berapa lembar surat suara yang rusak atau yang tidak bisa digunakan,” kata Teuku Zulkarnain kepada para wartawan, di sela pertemuan dengan mitra kerja, di salah satu kafe, di Lhokseumawe, Selasa, 26 Februari 2019, sore.

“Sedangkan segel yang bagus setelah penghitungan dirincikan sebanyak 38.890 keping, 9.585 keping keadaan rusak, dan kekurangan sebanyak 158 keping. Saat penghitungan segel pemilu disaksikan oleh komisioner Panwaslih, Polres Lhokseumawe, dan komisioner KIP Lhokseumawe,” ujar Teuku Zulkarnain.

Artinya, lanjut Teuku Zulkarnain, sebagiannya warna yang dicetak tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Hal itu sudah direkomendasikan kepada KIP Lhokseumawe melalui KPU/KIP provinsi untuk diminta penggantinya dan disesuaikan dengan jumlah DPT terakhir.

“Sedangkan jumlah surat suara untuk DPRK, DPRA dan DPR RI sebanyak 808 koli atau 404.000 lembar. Untuk Presiden dan Wakil Presiden sebanyak 67 koli dan DPD RI 266 koli surat suara. Artinya, semua surat suara sudah masuk dan disimpan di gudang penyimpanan logistik KIP Lhokseumawe, tahapan selanjutnya akan dilakukan pelipatan surat suara tersebut dan kita juga akan mengawasi,” ujar Teuku Zulkarnain.[]