BANDUNG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat (Jabar) menyatakan dukungan secara lisan dan tulisan kepada Aceh dan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 mendatang. Hal itu diungkapkan Ketua Umum (Ketum) KONI Jabar Ahmad Saefudin dalam pertemuan dengan KONI Aceh dan Sumut, di Ruang Rapat Pimpinan KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Sabtu, 25 November 2017.

Delegasi tim pemenangan PON XXI Aceh-Sumut disambut Ahmad Saefudin didampingi Wasekum KONI Jabar, dr. Boyke Mulyana, Wakil Ketua II, Ir. Verdia Yosep, Kabid Binpres, Dr. Yungan Yundiana, Kabid Organisasi, Nandang Roekanda, Kabid Pulahta, Dr. Trio Arsepto, Bidkom, Dra. Lily Rolina, dan sejumlah pengurus harian lainnya.

Rombongan KONI Aceh dipimpin Ketum, H. Muzakir Manaf atau Mualem didampingi Bachtiar Hasan selaku Wakil Ketua II, T. Nasruddinsyah, Aldin NL dan Ahyar. Dari Sumut hadir Ketum, Jhon Ismadi Lubis, didampingi Ketua Harian, Sakiruddin, serta Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian

“Kita sangat mendukung, secara batin secara tertulis,” tegas Ahmad.

Ahmad menyebutkan, wajar jika Aceh-Sumut secara bersama-sama mencalonkan diri sebagai tuan rumah PON. Selain untuk pemerataan, tuan rumah bersama juga dapat mengurangi beban daerah yang ditunjuk menjadi pelaksana PON.

“Sangat cocok, pantas dan layak,” ujar Ahmad. “Tuan rumah bersama membuat daerah tidak terlalu berat dalam pendanaan, kalau tunggal itu akan sulit (pendanaan dan pelaksanaan),” kata Ahmad yang mengaku bahwa KONI Jabar siap mendukung dari segala sisi.

Dengan tambahan dukungan tertulis dari KONI Jabar, Mualem mengatakan, pihaknya semakin yakin pada bidding (pemilihan tuan rumah PON) Februari 2018 mendatang akan berlangsung aklamasi. “Insya Allah jika kami terpilih nanti, kami juga mohon arahan dari Jabar selaku provinsi yang telah sukses menyelenggarakan PON XIX 2016 lalu,” kata Mualem.

Ketum KONI Sumut, Jhon, menyatakan, tuan rumah bersama adalah terobosan baru yang ditempuh Aceh-Sumut. Da berharap hal ini dapat dijadikan pembelajaran oleh provinsi-provinsi lain di wilayah timur. Selain untuk efektivitas penyelenggaraan, tuan rumah bersama juga dapat memperpendek masa tunggu provinsi-provinsi yang ingin menjadi tuan rumah PON.

“Kalau cuma satu provinsi, dengan (selang) waktu empat tahun, itu bisa sampai 145 tahun masa tunggunya,” ungkap Jhon dalam diskusi singkat usai penyerahan dukungan tertulis oleh KONI Jabar kepada KONI Aceh dan KONI Sumut.

Pertemuan tersebut ditutup dengan pemberian cendera oleh masing-masing daerah. Aceh menyerahkan kopi Arabica Gayo, sedangkan Sumut memberikan kain ulos kepada Ketum dan pengurus KONI Jabar.[](rel)