BANDA ACEH – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, membuka secara resmi Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu, 5 Agustus 2018, malam.
Acara itu dihadiri Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Wali Nangroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar, Wali Kota/Bupati dari 23 kabupaten/kota di Aceh, anggota DPRA, DPRK, DPR dan DPD RI serta pejabat tinggi lainnya.
Selain itu, puluhan ribu masyarakat memadati tribun stadion baik di dalam maupun di luar Stadion Harapan Bangsa, untuk menyaksikan secara langsung serangkaian pembukaan PKA ke-7 yang dimeriahkan pertunjukan tarian massal melibatkan 1000-an penari dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Tengah.
Tarian ditampilkan tersebut menggambarkan tentang kebudayaan di Aceh. Para penari terdiri dari 33 sanggar tari dan teater di Banda Aceh dan Aceh Besar. Pertunjukan itu dikombinasikan dengan penayangan video mapping.
Mengawali pembukaan PKA tersebut, Mendikbud Muhadjir Effendy menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Aceh karena Presiden RI tidak dapat berhadir.
“Berdasarkan jadwal sebelumnya memang yang membuka event budaya terbesar di Aceh adalah Bapak Joko Widodo (Presiden RI), tetapi beliau tidak dapat hadir. Intinya event berkelas internasional ini tentu cukup membanggakan bagi seluruh rakyat Aceh. Saya melihat Aceh sudah semakin maju dan penuh dengan keberagaman budaya di daerah ini,” kata Muhadjir Effendy.
Oleh karena itu, Muhadjir berharap dari masa ke masa kebudayaan Aceh akan semakin berkembang serta melestarikannya dengan baik, terlebih bagi kaum muda khususnya di Aceh. Pemerintah pusat mendukung penuh pekan kebudayaan yang diselenggarakan Pemerintah Aceh. Menurutnya, dengan adanya dana alokasi khusus Aceh tentunya sangat positif untuk kebudayaan Aceh.
“Kita berharap Pekan Kebudayaan Aceh tetap terus dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh di masa yang akan datang,” ujar Muhadjir.[]



