BANDA ACEH – Anggota Komisi III DPR RI, M.Nasir Djamil berharap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh melibatkan LSM-LSM antinarkoba dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Aceh.
Hal tersebut disampaikan Nasir Djamil saat pertemuan dengan Kepala BNNP Aceh Brigjend Pol. Faisal Abdul Naser di Kantor BNNP Aceh, Jumat, 27 Oktober 2017. Turut hadir pengurus pusat Ikatan Keluarga Anti-Narkoba (IKAN) Aceh.
Nasir menyebutkan, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara massif dan bersama-sama serta melibatkan semua pihak termasuk para aktivis pegiat antinarkoba. “Para bandar dan sindikat narkoba ini kan sangat kuat, dan mereka punya kaki dan jaringan dimana-mana, maka untuk melawan mereka tentu semua kita harus bersatu dan bahu-membahu,” katanya, dikutip dari siaran pers, 28 Oktober 2017.
Nasir mengatakan, BNNP Aceh harus terus membangun sinergisitas dengan Pemerintah Aceh dan DPRA agar juga bisa memikirkan bagaimana menyelesaikan problem narkoba di Aceh.
“BNN harus membangun komunikasi efektif dengan Pemerintah Aceh dan DPRA agar Pemerintah Aceh dan DPRA juga konsen dan menunjukkan keberpihakannya khususnya dalam kaitan alokasi anggaran untuk pemberantasan narkoba di Aceh. Semoga saja rencana BNN dan Pemerintah Aceh untuk memperbaharui MoU bisa segera terealisasi.” ujar Nasir.
Surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 50 Tahun 2017 salah satu subtansinya adalah melaksanakan tes urine kepada seluruh aparatur negara/pegawai termasuk calon aparatur sipil negara yang tes tersebut dilakukan dengan berkoordinasi dengan BNN. Nasir berharap agar BNNP Aceh bisa melibatkan dan mengikutsertakan LSM-LSM antinarkoba di Aceh, agar mereka pun ikut membantu menyukseskan pelaksanaan tes-tes ini.
Calon tenaga sipir
Sebelumnya, Jumat pagi, Nasir Djamil meninjau pelaksanaan tes kesamaptaan CPNS tenaga sipir Kanwil Kemenkumham Aceh, di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Banda Aceh, yaitu hari terakhir pelaksanaan tes tersebut.
Nasir berharap agar para calon tenaga sipir Kemenkumham yang lulus nanti dilakukan tes urine, untuk memastikan terbebas dari pengaruh narkoba. Nasir berharap pihak Kanwil Kemenkumham Aceh segera berkoordinasi dengan BNNP Aceh guna membantu pelaksanaan tes urine itu.
“Bukan tidak mungkin para bandar-bandar besar narkoba saat ini juga melirik dan bisa jadi memasang kaki melalui calon-colon tenaga sipir yang sedang direkrut ini. Makanya kalaupun itu ada, kakinya itu harus duluan kita potong, salah satu caranya yaitu dengan tes urine ini,” kata Nasir.[](rel)




