BANDA ACEH – Sebanyak 296 Imigran Myanmar etnis Rohingya yang terdampar di perairan Lhokseumawe berhasil dievakuasi nelayan ke daratan Pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Senin, 7 September 2020, sekitar pukul 00.30 WIB. 

Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Marzuki, menyebutkan dari 296 orang pengungsi tersebut, 181 wanita dewasa, 101 laki-laki dewasa, dan 14 anak laki-laki dan perempuan. Saat mendarat mereka semua dalam keadaan sehat.

“Sampai mendarat kemarin mereka semuanya dalam keadaan sehat,” kata Marzuki saat dihubungi portalsatu.com/, Selasa, 8 September 2020.

Marzuki menjelaskan, saat ini pengungsi Rohingya tersebut menempati beberapa tenda yang dibangun Pemerintah Kota Lhokseumawe di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

“Kita pisahkan laki-laki dan perempuan. Kemarin sore mulai dilakukan rapid test sebanyak 140 orang dan hasilnya nonreaktif semua. Selebihnya saat ini sedang berlangsung rapid test tapi belum ada hasil,” ujarnya.

Menurut Marzuki, 296 orang etnis Rohingya tersebut belum bisa digabungkan dengan pengungsi Rohingya gelombang pertama lantaran dianggap belum steril.

Marzuki membenarkan ada satu pengungsi Rohingya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas akibat kelelahan.

Terkait lima pengungsi Rohingya yang kabur dari Gedung BLK, Marzuki mengatakan semuanya perempuan, yakni Dilkayas (28), Jannatarah (26), Setarah bigum (18), Rumana aktor (7), Jasmi (7). Kelima pengungsi ini hingga sekarang belum kembali.

”Sampai sekarang kita masih mencari keberadaan mereka. Kita juga sudah sampaikan kepada masyarakat jika melihat ke lima orang itu agar diberi info ke posko pengungsi Rohingya,” pungkas Marzuki.[]