ACEH UTARA – Pimpinan Tarbiah Islamiah Mazhab Syafi’i di Aceh, Tgk. H. Usman Ibni Abdillah (Abati Banda Dua), mengatakan, cukup banyak teladan dari Pahlawan Tgk. Sjeh Abdul Djalil yang dapat diambil untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya soal membina moral.
“Karena pada zaman dulu beliau berbicara masalah moral dan ilmu akhlak. Beliau itu selalu memegang tasbih dan senantiasa berbicara berkenaan moral bersama pengikutnya. Ketika itu di mana saja beliau berada selalu membahas soal itu (moral), karena ulama atau Tgk. Abdul Djalil itu merupakan orang keramat,” kata Abati Banda Dua kepada wartawan usai doa bersama jamaah Tarbiah Islamiah Mazhab Syafii di Aceh di Makam Pahlawan Tgk. Sjeh Abdul Djalil di Gampong Beunot, Cot Plieng Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Rabu, 14 Agustus 2019.
Salah seorang murid Abati Banda Dua, Tgk. Ahmad Alsaydi, menyebutkan, doa bersama yang dilakukan itu untuk mengenang jasa pahlawan saat melawan penjajah Jepang pada masa silam. Sebagaimana diketahui bahwa Tgk. Abdul Djalil merupakan ulama Tarbiah Islamiah yang melawan penjajah Jepang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Maka pada kesempatan ini perlu kita ambil hikmah dari berkat perjuangan beliau yaitu bagaimana memperbaiki moral kita dan generasi bangsa ke depan yang lebih baik. Kalau moralnya sudah baik tentu semuanya akan baik pula, karena kehidupan ini tergantung kepada moral itu sendiri,” ujar Tgk. Ahmad.
Tgk. Ahmad menambahkan, salah satu cara memperbaiki moral generasi bangsa dengan mendidik mereka membekali ilmu agama melalui pengajian-pengajian kitab kuning. “Perlu dibekali ilmu syariat, ilmu tauhid, ilmu akhlak kepada generasi muda, karena sangat penting diajarkan ketiga ilmu itu untuk generasi muda supaya bangsa dan negara ini menjadi aman, adil, makmur untuk masa depan”.
“Memang generasi muda saat ini peduli terhahap ilmu agama, tetapi masih kurang dan belum sempurna. Maka perlu disempurnakan secara menyeluruh untuk melakukan perbaikan-perbaikan moral tersebut,” kata Tgk. Ahmad.[]


