Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...

Ini Kata Pj Bupati Azwardi Tentang Festival Edukasi Aceh Utara

LHOKSUKON – Pj. Bupati Aceh Utara, Azwardi, berharap Festival Edukasi Aceh Utara Tahun 2022 dapat menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi semua pihak dalam upaya menggali, melestarikan, serta mengembangkan ilmu pengetahuan yang tumbuh dan berkembang di daerah ini maupun dalam kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, Pj. Bupati Azwardi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan Festival Edukasi Aceh Utara. Pemkab Aceh Utara sangat mendukung dan menyambut positif kegiatan tersebut yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Aceh Cabang Aceh Utara, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara.

“Perlu diketahui bahwa dalam berbagai sejarah bangsa, pendidikan memiliki peran utama untuk mengantarkan bangsa dan negara itu ke puncak kejayaannya,” kata Azwardi.

Khususnya di Aceh, kata Azwardi, kita akan melihat para ulama seperti Hamzah Fansuri, Nuruddin Ar-Raniry, Abdurrauf As-Singkili, dan banyak lagi yang lainnya yang sudah membuktikan menjadi penerangan ilmu pengetahuan bagi bangsa ini.

“Kemudian, di Aceh Utara juga berdiri Museum Islam Samudra Pasai sebagai bentuk kemajuan peradaban yang berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, sebagaimana yang telah dilestarikan di museum tersebut,” ujar Azwardi.

Hal itu disampaikan Pj. Bupati Azwardi saat membuka Festival Edukasi Aceh Utara bertajuk “Bergerak Serentak Untuk Pendidikan Aceh Utara Jaya”, di Lapangan Upacara Kantor Bupati, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Sabtu (17/12).

Saat itu turut hadir Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (GTK Dikmensus), Dr. H. Yaswardi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh Alhudri, serta unsur Forkopimdan plus.

Azwardi menambahkan pendidikan merupakan sebuah proses panjang dalam membangun suatu peradaban. Peradaban itu lahir dari para pemikir-pemikir dan insan-insan cendekiawan yang senantiasa berilmu pengetahuan dan berakhak mulia. “Inilah harapan kita dengan bangkitnya pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Aceh Utara, maka nantinya akan melahirkan siswa-siswi yang akan menjadi pemimpin besar masa depan,” tuturnya.

Menurut Azwardi, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara selaku Ketua Panitia Festival Edukasi itu bahwa Kabupaten Aceh Utara yang memiliki luas wilayah 3.297 Km2 dengan 27 kecamatan, terdapat 1.337 lembaga pendidikan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara. Jika ditambah dengan pesantren atau dayah maka jumlah lembaga pendidikan lebih banyak lagi.

“Dengan jumlah yang besar itu, seharusnya menjadi
pemicu dan pemacu jayanya pendidikan di daerah ini. Maka ketika saya dimintakan pendapat tentang rencana kegiatan Festival Edukasi Aceh Utara, saya sangat tergugah dan mendukung sepenuhnya. Tentunya kegiatan ini dengan tetap mengedepankan kesadaran bahwa kita berada di daerah sebagai ‘Serambi Mekkah’, di mana menjunjung tinggi khasanah budaya serta syariat Islam. Hal ini dapat terlihat dari saya berpakaian dengan menggunakan pakaian adat Aceh sebagai simbol dan dukungan penuh dalam penguatan profil pelajar Pancasila,” ujar Azwardi.

Pj. Bupati Azwardi juga sangat mengapresiasi kerja keras Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara yang telah menginisiasi serta mendorong para kepala sekolah dan guru dalam rangka kemajuan pendidikan. Di antaranya sekolah yang telah mengimplementasi Kurikulum Merdeka sebanyak 459 sekolah. Kemudian, 31 sekolah lulus untuk program Sekolah Penggerak Angkatan ke-3, dan hingga akhir 2022 sebanyak 219 guru penggerak yang sudah diwisuda. Angka-angka itu merupakan jumlah terbanyak dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh.

“Hal ini juga merupakan kolaborasi dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara. Maka kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik ini. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” ucap Azwardi.[](*)

Baca juga: