ACEH UTARA — Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tanah Luas di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara terpaksa membangun pagar bambu sebagai solusi sementara untuk menjaga keamanan lingkungan sekolah. Langkah itu merupakan inisiatif pihak sekolah guna mencegah masuknya hewan ternak sekaligus melindungi siswa.

Pagar bambu sepanjang 100 meter lebih itu dibangun di Alue Gampong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. Sebelumnya, pihak sekolah telah berulangkali mengajukan pembangunan pagar permanen melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), namun hingga kini belum mendapat realisasi.

Kepala SMP Negeri 2 Tanah Luas, Aiyub, S.Pd., Rabu, 6 Mei 2026, mengatakan pembangunan pagar tersebut dilakukan karena kebutuhan mendesak.

“Sudah 20 tahun sekolah ini belum memiliki pagar permanen sepanjang lebih dari 100 meter. Kami sudah beberapa kali mengajukan, baik melalui Dapodik maupun permohonan bantuan dari pihak luar, namun belum terealisasi,” kata Aiyub kepada wartawan.

Menurut Aiyub, dari total kebutuhan pagar, sekitar 250 meter memang sudah dibangun permanen. Namun, sisanya masih terbuka sehingga rawan dimasuki hewan ternak yang kerap merusak dan mengotori lingkungan sekolah. Sebab, masih ada warga yang melepas ternaknya sehingga masuk ke area sekolah.

“Saat ini, SMP Negeri 2 Tanah Luas memiliki 195 siswa. Sekolah ini sangat membutuhkan pagar keliling untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Selain melindungi siswa, pagar tersebut juga berfungsi menjaga tanaman penghijauan di sekitar sekolah,” ungkap Aiyub.

Aiyub berharap perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan pagar permanen dapat segera terwujud.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sapras) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Herman, dikonfirmasi portalsatu.com, terkait kondisi tersebut belum merespons.[]