BANDA ACEH – Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sepakat bahwa santri dan ulama harus mendapat tempat yang istimewa. Hal ini untuk menghargai jasa-jasa para santri dan ulama selama ini dalam misi pencerdasan umat.
“Kita harus tahu bahwa santri dan ulama adalah orang yang berjuang dan menjaga kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, para santri dan ulama harus kita hargai dengan baik,” ujar Nova Iriansyah saat menghadiri upacara memperingati Hari Santri Nasional (HSN) V di Blang Padang, Banda Aceh, Kamis, 24 Oktober 2019.
Nova berkeinginan agar santri dayah nantinya adalah orang yang mengganti dan mengisi kepemimpinan di berbagai tingkatan pemerintahan, baik itu Keuchik, Camat, Bupati/Wali Kota, Gubernur, Menteri, bahkan Presiden. “Hari ini seperti kita saksikan bersama, Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 adalah seorang ulama yang dulunya juga pernah menjadi seorang santri,” ucapnya.
Menurut Plt. Gubernur Aceh, hal ini seharusnya dapat memotivasi dan menginspirasi para santri untuk menjadi pemimpin negeri. Kalangan santri juga mempunyai kecerdasan intelektual yang ditambah dengan kecerdasan spiritual. “Potensi yang dimiliki santri sebenarnya adalah modal awal agar santri tampil percaya diri,” tegas Nova.
Saat kampanye Pilkada Aceh tahun 2017 lalu, Nova adalah pasangan dari Irwandi Yusuf yang mengusung jargon Aceh Hebat. Dalam 15 program unggulan Aceh Hebat itu, Dinas Pendidikan Dayah Aceh diminta menyukseskan program Aceh Meudab dan Aceh Carong yang diharapkan mampu mengembalikan khitah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari dan terwujudnya generasi muda Aceh cerdas. Dalam lingkup pendidikan dayah, Irwandi-Nova sepakat untuk menyediakan fasilitas pendidikan dan pemberian keterampilan bagi santri di dayah-dayah.
Selain itu, Pemerintah Aceh terus mendorong agar dayah memiliki usaha sendiri, hal ini sesuai dengan keinginan Pemerintah Aceh yaitu mewujudkan kemandirian dayah. Jika dayah mandiri maka terjaga kehormatannya. “Melalui dayah dan santrinya, mari kita bersama menuju Aceh yang hebat,” ujar Plt. Gubernur Aceh saat panen ubi tapioka di Dayah Darul Nizham Aceh Jaya, program bantuan Bank Indonesia beberapa waktu lalu.
Di pengujung pidatonya pada peringatan HSN, Plt. Gubernur mengharapkan santri dayah terus berkomitmen dalam menjaga dan mengisi perdamaian Aceh. “Damai yang telah dirintis dengan susah payah ini kita harapkan terus tercipta di bumi Aceh tercinta ini, semua kita termasuk santri bertanggung jawab dalam membuat Aceh menjadi hebat,” ujarnya.
Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, mengatakan santri dan ulama merupakan pihak yang berkontribusi besar dalam proses pencerdasan umat. “Sudah banyak hal kongkret yang santri lakukan kepada kita semua, kini saatnya kita semua menghargai jasa-jasa mereka, melibatkan santri dan ulama dalam proses mewujudkan Aceh yang damai dan sejahtera. Kita terus mendorong agar santri suatu saat nanti dapat mengambil peran sebagai pemimpin umat dengan harapan tercipta pemerintahan yang bersih dan adil,” kata Usamah.
Ribuan santri dari berbagai dayah di Banda Aceh dan Aceh Besar, mengikuti upacara memperingati Hari Santri Nasional (HSN) V di Blang Padang, Banda Aceh, Kamis, 24 Oktober 2019. Tidak hanya para santri, pejabat pemerintah pun terlihat mengenakan kemeja putih, kain sarung, peci hitam, dan kain ridak. Turut hadir sejumlah ulama dayah Aceh, seperti Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab, Waled Nu Samalanga, Waled Marhaban Bakongan, Lem Faisal Sibreh, dan Abiya Anwar Kuta Krueng.
Para santri berbaris rapi sesuai perwakilan dayah masing-masing. Sedangkan Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Sekda Aceh, Taqwallah, Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny, Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin, unsur Forkupimda Aceh, pimpinan dayah dan alim ulama, duduk di atas panggung.[]adv




