JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Aceh Nova Iriansyah memerintahkan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal dan Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri segera memulangkan enam nelayan anak di bawah umur yang tiba di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020 kemarin, sampai ke kampung halamannya. 

Hal itu disampaikan Plt. Gubernur Aceh, saat bertemu enam anak tersebut, di Mess Aceh Indramayu, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2020.

“Kita bersyukur kepada Allah SWT, karena sudah diperbolehkan pulang oleh Pemerintah Thailand. Insya Allah besok (Sabtu) kalian akan dipulangkan ke Aceh,” kata Nova kepada enam anak remaja itu. 

Nova juga menghormati proses hukum Pemerintah Thailand sesuai peraturan di negara itu dan juga hukum internasional. 

“Yang jelas apa yang dialami, semuanya harus jadi pengalaman. Apa kesalahan yang kita lakukan, dan kita tidak boleh marah atau protes. Karena kalau mereka masuk ke perairan kita, maka hal yg sama kita lakukan, begitulah hukumnya,” kata Nova. 

Untuk itu, Plt. Gubernur Aceh meminta mereka mengambil hikmah di balik kejadian itu. “Dan harus bersyukur kepada Allah SWT, karena sudah diberikan kesehatan”. 

Nova memastikan pemulangan enam anak Aceh tersebut pada 18 Juli 2020/Sabtu. Dia berharap agar nantinya saat tiba di kampung halaman masing-masing, anak-anak itu tetap melanjutkan sekolahnya. 

Menurut Nova, dengan mereka melanjutkan pendidikan, nantinya masih bisa juga jadi nelayan yang lebih modern, berdasarkan ilmu dipelajari di sekolahnya. 

“Yang terpenting, pertama kalau masih sekolah, lanjutkan sekolah dulu atau belajar ngaji di dayah. Tapi saran saya sekolah dulu, belajar menjadi nelayan modern,” kata Nova. 

Nova mengatakan tidak ada yang salah dengan pekerjaan nelayan. Sebab dengan adanya pekerjaan tersebut, maka kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi.

Namun, kata Nova, apabila nanti keenam nelayan di bawah umur tersebut tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah, bisa menghubungi bupati setempat.

“Atau nanti saya yang akan hubungi bupatinya. Walaupun sebenarnya harus ada perhatian khusus dari bupati untuk sekolah. Kalian sabar dulu, sekolah dulu. Nanti bisa pilih sekolah di SMK perikanan, atau kalau sudah dewasa jadi pengusaha ikan,” katanya. 

Adapun keenam anak di bawah umur itu diamankan Pemerintah Thailand pada 10 Maret dan 21 Januari 2020 lalu di perairan Andaman bersama 51 nelayan lainnya, dengan waktu dan kapal berbeda, yakni KM Tuah Sulthan dan KM Perkasa Mahera dan Vothus. 

Mereka adalah Mawardi (16) asal kampung Mata Bunga, Desa Sejatera, Aceh Timur, Iqbal (16) asal Kampung Leugeu Baru, Desa Melati, Perurlak, Aceh Timur, Abdul (16) asal Kampung Payah Pengat, Desa Dama Pulau. Kemudian, M Israkil Kasta (17) asal Pulo Blang Mang, Hamdan (17) asal Puedawa Rayeuk dan Mustafa (17) yang berasal dari Idi Cut.

Saat ini, keenam anak tersebut ditampung di Rumah Singgah Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, sebelum dipulangkan pada Sabtu, 18 Juli 2020/besok.

Pemerintah Pusat

Plt. Gubernur Aceh mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang sudah menangani dan mempermudah pemulangan enam anak itu. Pemerintah Aceh, katanya, berterima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Songkhla, Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) serta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. 

“Karena sudah menangani dan mempermudah pemulangan keenam anak tersebut dari Thailand ke Indonesia,” katanya.

Apalagi upaya tersebut, tambah Nova, sangat membantu anak-anak itu saat menjalani persidangan di sana (Thailand). “Maka kita juga memberi apresiasi kepada pemerintah pusat,” ujarnya.[](rilis)