BANDA ACEH – Pemerintah Aceh memulai lagi pembangunan Kawasan Industri Aceh (KIA) setelah mangkrak selama sembilan tahun. Kawasan industri di Serambi Mekah itu sudah digagas sejak 2009 dan diterbitkan Keputusan Gubernur-nya pada 2014.
Dimulainya pembangunan KIA dilakukan melalui groundbreaking proyek tersebut di kawasan Ladong, Kabupaten Aceh Besar, Kamis, 20 Desember 2018. Namun, dari target lahan seluas 250 hektare (ha), yang sudah dibebaskan dan siap dibangun 66 ha.
Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan, KIA menjadi penting bagi rakyat Aceh untuk membangkitkan kesejahteraan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Aceh Besar. “Kawasan KIA ini bakal menjadi potensi besar untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat Aceh di masa akan datang,” ujar Nova dalam sambutannya.
Nova menjelaskan, sebelum peresmian KIA dimulai, Pemerintah Aceh telah melewati perjalanan panjang untuk mewujudkan kawasan industri tersebut. Prosesnya sejak sembilan tahun lalu.
Nova mengakui proyek tersebut lama terbengkalai disebabkan beberapa kendala teknis seperti perizinan dan regulasi. “Baru sejak tiga tahun terakhir regulasinya sudah mudah kita lakukan. Sehingga pemerintah terus menggenjot persiapan, hingga hari ini bisa meresmikan dimulainya proyek ini,” ujarnya.
Mengutip penjelasan Pemerintah Aceh, dana disiapkan untuk membangun KIA senilai Rp112 miliar dan dialokasikan secara multiyears. Dana sebanyak itu, antara lain untuk pembebasan lahan Rp50 miliar, pembangunan sarana dan prasarana Rp56 miliar, dan kegiatan nonfisik Rp5,8 miliar.
Proyeksi kebutuhan listrik kawasan industri itu mencapai 10 MegaWatt dan sudah siap dipasok oleh PT PLN (Persero). KIA yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Banda Aceh itu, lokasinya sangat strategis karena berhadapan langsung dengan bibir pantai Selat Malaka.
Nova memaparkan Kawasan Industri Aceh ini nantinya akan dijadikan Competitive, Halal, Smart and Green Industrial Park. Segmen ini diyakini akan menarik minat investor. Saat ini, kata dia, sudah ada dua investor dari Malaysia dan Korea Selatan yang berminat untuk membuka membuka industri di KIA.
“Hasilnya telah konkret dan calon investor sudah ada yaitu dari Malaysia dan Korea Selatan. Dan kita terus berusaha mengundang investor untuk datang. Rencana kedua investor itu nantinya pemerintah akan membuat konsep terkait bidang industri apa yang akan dijalankan,” ujar Nova.[]Sumber: kumparan.com



