LHOKSEUMAWE – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyebutkan alokasi penyaluran pupuk urea subsidi tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 30 persen dari 2018 sebanyak 382.000 ton. 

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT PIM, Husni Achmad Zaki, saat konferensi pers di Ruang Rapat Keupula PIM, Kamis, 2 Januari 2020.

Husni menjelaskan, tahun 2019 PT PIM telah memproduksi pupuk urea sebanyak 337.863,91 ton dan amonia 216.112,85 ton. Realisasi penyaluran pupuk urea subsidi di enam wilayah yang didistribusikan yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepri dan Jambi, sebanyak 265.465 ton atau 98 persen dari alokasi 271.331 ton.

Menurut Husni, untuk wilayah Aceh, sesuai Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh tahun 2019 Nomor. 820/1770/VI.I alokasi pupuk urea bersubsidi sebanyak 55.900 ton. Jumlah itu turun hingga sepertiga dari alokasi tahun 2018 mencapai 80,687 ton. Hal itu, kata dia, dikarenakan pasokan gas ke PIM dari PT PHE NSB-NSO sejak Mei 2019 mengalami penurunan dari 54 MMSCFD menjadi 30 MMSCFD. Sehingga PIM harus membeli LNG dengan harga pasar dan berdampak naiknya HPP atau harga pokok produksi PIM.

Oleh karena itu, lanjut Husni, diharapkan pada Januari 2020 ini Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) PIM dan PTGN atas gas Blok A Medco dapat direalisasikan. “Selama ini gasnya ada, cuma masalah dari harga lebih tinggi daripada harga pasar sehingga kita hanya bisa berproduksi sesuai dengan alokasi subsidi yang diberikan pemerintah,” ujarnya.

“Tentunya ke depan kita berharap bisa lebih baik lagi dan berproduksi dengan lancar. Juga pasokan gas tidak mengalami gangguan sehingga kebutuhan pupuk urea untuk subsidi bisa dipenuhi dengan baik oleh PIM,” ujar Husni.

Husni juga menyampaikan, sejauh ini pembangunan pabrik NPK progresnya mencapai 16 persen yang dikerjakan sejak Maret 2019. Ditargetkan pabrik itu selesai pada semester kedua tahun 2021 mendatang. “Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi dan sesuai diharapkan, sehingga penyerapan tenaga kerja maupun rencana lainnya bisa tercapai,” ucapnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Direktur Utama PT PIM, Husni Achmad Zaki, didampingi Usni Syafrizal selaku Direktur SDM dan Umum, Yuanda Wattimena, Sekretaris Perusahaan PIM, dan Nasrun Manajer Humas PT PIM.[]