BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi semua elemen masyarakat termasuk yang berdomisili dan menuntut ilmu di dayah.
Sosialisasi tersebut dilakukan Taqwallah setelah mengikuti kegiatan rutin zikir dan doa keselamatan dari pandemi Covid-19 bersama santri dan dewan guru Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pagar Air, di aula madrasah tersebut, di Pagar Air, Aceh Besar, Senin, 25 Oktober 2021.
Acara itu juga diikuti secara virtual oleh ASN Pemerintah Aceh di seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), guru SMA di Aceh, dan pegawai Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) seperti Bank Aceh dan PT PEMA. Setidaknya ada 815 partisipan virtual yang ikut kegiatan tersebut.
Taqwallah mengatakan ajakan untuk vaksin Covid-19 tidak boleh bosan dan berhenti digaungkan. Ia meminta setiap sekolah yang capaian vaksinasi siswanya belum mencapai target agar melakukan evaluasi dan mengubah strategi.
“Kakek kita dulu sukses mengikuti vaksin cacar, kemudian ada lagi vaksin polio di tahun 90-an juga berhasil, karena itu mari kita sukseskan juga vaksin Covid-19,” kata Taqwallah.
Sekda Aceh mengingatkan kondisi normal belum bisa dijalani apabila capaian vaksinasi belum sesuai target. Ia meminta pimpinan di setiap instansi untuk bertanggung jawab memastikan anggotanya mengikuti kegiatan vaksinasi.
Sebagaimana biasanya, usai zikir dan doa Sekda menyapa secara virtual ASN Pemerintah Aceh dan para guru SMA di kabupaten/kota. Di antara yang disapa Sekda kali ini adalah SLB Restu Permata Bunda Bener Meriah, SMAN 2 Samalanga, SMAN 1 Lawe Alas, SMA 3 Bireuen dan SMAN 1 Darul Imarah.
Khusus untuk segenap unsur di MUQ Pagar Air, Sekda Aceh meminta mereka untuk menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungan dayah. Hal tersebut menjadi komponen penting untuk menyukseskan kegiatan belajar mengajar maupun menghafal Alquran.
Pimpinan Dayah MUQ Pagar Air, Ustaz Sualip Khamsin, mengatakan pihaknya bertekad untuk menyukseskan vaksinasi santri di dayah yang ia pimpin. Upaya sosialisasi dan membangun komunikasi dengan wali murid terus diperkuat agar realisasi capaian vaksin berjalan cepat.
“Dari 648 santri, sebanyak 256 di antaranya sudah divaksin, artinya sudah mencapai 40 persen,” kata Ustaz Khamsin.[](Irm/*)





