KEDIRI – Sebanyak 25 teungku (guru dayah) dari Aceh yang menjadi peserta magang belajar bahasa Arab di Pare, Kediri, Jawa Timur, kini sedang menghafal mufradah 2000 kata.

Ke-25 teungku itu bagian dari 50 guru dayah yang dikirim Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk mengikuti magang belajar bahasa Arab selama tiga bulan sejak 19 September hingga 17 Desember 2018. Sedangkan 25 peserta lainnya belajar bahasa Inggris di lokasi terpisah.

“Di Pare, di bulan pertama kami diwajibkan menghafal pelajaran setiap hari, menghafal apa yang telah diberikan ustaz. Bagi yang tidak menghafal, tidak akan diberikan sertifikat. Kami memang lelah, tapi kita tetap semangat. Sistem belajar santai, tapi pasti,” kata Tgk. Azmir, salah satu dari 25 peserta belajar bahasa Arab di LKP Ocean Arabic Course, Pare, Kediri, 18 Oktober 2018.

Tgk. Azmir mengatakan, jadwal belajar mulai pukul 07.30 – 09.00 WIB, istirahat satu jam kemudian belajar dilanjutkan pada 10.00 – 11.30, lalu pukul 16.00 – 17.30 WIB.

“Di awal tiba di Pare kami memang sedikit agak sulit beradaptasi dengan lingkungan, sedangkan soal makanan kebanyakan orang Aceh mengeluh karena masakan jawa rata-rata manis, jadi tidak sesuai dengan orang Aceh,” katanya.

Tgk. Azmir menyebutkan, beberapa hari lalu peserta magang bersilaturahmi ke Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Menurut dia, perkembangam di Pare, khususnya kehadiran Kampung Inggris dengan ratusan tempat kursus bahasa Inggris, tahfidz dan kursus bahasa Arab, membuat daerah itu berkembang pesat di bidang pndidikan dan ekonomi. “Jelas terlihat di bidang ekonomi dan pendidikan di Pare berkembang pesat,” ujar Tgk. Azmir.[]