Para pencinta bahasa Aceh kini sudah dapat berbangga hati kiranya. Sebuah majalah bernama Neurok, yang menggunakan bahasa Aceh, telah diluncurkan tadi pagi, Senin, 12 Oktober 2020, di gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Banda Aceh.
Pada peluncuran majalah yang dicetuskan oleh Ayah Panton (Syamsuddin Jalil) tersebut, guru besar UIN Ar-Raniry, Prof Dr Yusny Saby, mengatakan, bahasa Aceh adalah martabat Aceh.
“Sejak puluhan tahun lalu, banyak media yang hadir, kemudian menghilang. Hanya tinggal beberapa sekarang. Perlu dukungan kita bersama supaya majalah Neurok ini terus terbit,” kata Yusny Saby yang merupakan mantan Rektor UIN Ar-Raniry.
Sebelumnya, budayawan Nab Bahany AS, berbicara atas nama Ayah Panton yang berhalangan hadir karena kurang sehat.
Nab Bahany merupakan anggota redaksi majalah yang dicetuskan beberapa tahun lalu tersebut. Selain dia, ada Jauhari Samalanga, Rahmat Sanjaya, Hamdan Budiman, Muhammad Rain, M Iqbal Hafidh, Thayeb Loh Angen, dan lainnya.
Yang terutama, terbitnya majalah ini didukung oleh tokoh budaya Aceh, yaitu H Sjamsul Kahar, Prof Dr Yusny Saby, Dr Abdul Ghani Asyik, Dr Husaini Ibrahim, Rafli Kande, dan PT Hutama Karya.[]


