LHOKSEUMAWE – Salah satu armada tempur TNI AL, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Torani -860 singgah di Pelabuhan PT Aceh Asean Fertilizer, Krueng Geukueh, Aceh Utara, Ahad, 22 Juli 2017. Kapal perang canggih karya anak bangsa tersebut digadang-gadang memiliki kemampuan tempur hebat.
Kadep Ops KRI Torani, Lettu Laut (P) Arif Wiratama kepada portalsatu, Senin 23 Juli 2017 memaparkan tipe Kapal Patroli Cepat (PC-40) tersebut produksi PT Karimun Anugrah Sejati Batam yang mulai beroperasi sejak Maret lalu, bersama kapal perang KRI Lepu-861. Keduanya memperkuat pengamanan Selat Malaka.
Dijelaskan, kapal yang panjang 45,5 meter dan lebar 7,9 meter, memiliki kecepatan maksimal 24 knot serta kecepatan jelajah 15 knot. Kapasitas bahan bakar 70.000 liter serta memiliki endurance berlayar selama 6 hari. Disokong 2 mesin diesel MTU berkekuatan 2480HP.
Disisi persenjataan, kapal cepat ini senjata canggih di kelasnya, yaitu 1 x 30mm Gun Oto Melara Marlin WS, 2 x Mitraliur 12,7 mm FN Herstal yang mampu menembak sasaran dengan cepat dan akurat, serta difungsikan sepenuhnya secara elektrik. Kapal juga dilengkapi mission management system.
Daya tempur kapal ini sangat baik, untuk sasaran laut, udara maupun darat. Kapal ini sangat dibutuhkan untuk pengamanan teritorial laut seperti Selat Malaka yang luar biasa sibuk dengan lalu lalang kapal-kapal besar. Bila ada gangguan keamanan bisa dengan cepat menjangkau sasaran, terangnya.
Ia menyebutkan sejumlah tugas yang diemban oleh kapal patroli itu di laut, antara lain terkait masalah penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, penangkapan ikan secara ilegal, perompakan.
KRI Torani-860 memiliki kemampuan untuk melaksanakan peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara dan pertempuran kepulauan serta melaksanakan tugas tambahan yakni melaksanakan patrol laut dalam rangka menegakkan hukum laut dan melaksanakan fungsi Search and Rescue (SAR).[]



