SUBULUSSALAM – Kepala Kepolisian Resort Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK mengatakan, kondisi di area perkantoran PT Asdal sudah berlangsung aman dan kondusif usai insiden pembakaran fasilitas rumah dan mobil perusahaan malam tadi sekitar pukul 23:00 WIB, Rabu, 2 Agustus 2017.
“Kondisi sudah aman, areal ini dijaga oleh kepolisian sampai benar-benar aman,” kata Kapolres Ian Rizkian Milyardin kepada portalsatu.com, Kamis, 3 Agustus 2017.
Ia mengatakan, kronologi pembakaran berawal ketika pihak Kejaksaan Aceh Selatan menangkap H. Zainal Abidin setelah adanya putusan hukum terkait penyerobotan lahan PT Asdal oleh yang bersangkutan.
Baca: Diduga Akibat Sengketa Lahan, Massa Bakar Aset PT Asdal
Saat ditangkap di wilayah Sultan Daulat, Kota Subulussalam, berembus kabar jika Zianal diculik. Kabar ini membuat kekhawatiran dari pihak keluarga Zainal. Isu penculikan ini memancing kemarahan pihak keluarga dan warga, sehingga bertolak menuju ke areal PT Asdal dan membakar aset perusahaan.
“Ada beberapa bangunan hangus terbakar rata dengan tanah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tadi malam, karena isu yang diembus itu penculikan, akibatnya memancing kemarahan pihak keluarga dan warga,” katanya.
Saat ini, kata Kapolres, polisi sedang mengumpulkan informasi terkait siapa saja pelaku pembakaran. Kasus ini ditangani secara bersama antara Polres Aceh Singkil dan Polres Aceh Selatan, karena letak PT Asdal berada di dua daerah yakni Subulussalam dan Aceh Selatan.
Berdasarkan data yang dihimpun portalsatu.com di lapangan, bangunan hangus terbakar enam unit di antaranya kantor utama, mes, barak, gudang minyak, gudang barang dan pos jaga. Delapan unit mobil juga hangus terbakar dan enam rusak ringan.[]



