Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsIni Kronologis Pemukulan...

Ini Kronologis Pemukulan Dialami Anggota DPR Aceh

TAKENGON – Anggota DPR Aceh Bardan Sahidi dikabarkan terpaksa dilarikan ke BLUD Datu Beru setelah mengalami kekerasan oleh sekelompok orang di salah satu warung kopi di Takengon, Sabtu, 27 Februari 2016, sekitar pukul 11.45 WIB. Bagaimana kronologis kejadian itu?

Menjelang malam tadi, beredar pesan melalui WhatsApp (WA) dan BlackBerry Messenger (BBM) tentang penjelasan Bardan Sahidi terkait kronologis kejadian itu. Pesan itu diketik oleh Hasanuddin, kerabat Bardan Sahidi mengutip keterangan anggota DPRA dari PKS tersebut. Saat dikonfirmasi, Hasanuddin membenarkan pesan itu penjelasan Bardan Sahidi.  

“Saat ini Bapak (Bardan Sahidi) sedang menjalani perawatan intensif menunggu hasil scanning,” tulis Hasanuddin melalui pesan WA. Ia mengaku sedang menjaga Bardan Sahidi di rumah sakit.

Berdasarkan pesan itu, Bardan menjelaskan, peristiwa menimpanya terjadi seusai pertemuan dengan Wakil Bupati dan Sekda Aceh Tengah membahas agenda kunjungan Gubernur Aceh ke Aceh Tengah, Minggu, 29 Februari 2016.

Dari kantor bupati, Bardan mengajak Kadis Sosial Aceh, Alhudri minum kopi di sebuah warung. Alhudri menawarkan tumpangan mobil dinasnya bersama sopir dan ajudan/Adc., yang sudah di dalam mobil.

Perbincangan Bardan dengan Alhudri masih seputar kegiatan Dinsos Aceh yang akan dilaksanakan di Takengon, termasuk penundaan pelantikan Karang Taruna Kabupaten Aceh Tengah.

Alhudri ingin mereka minum kopi di tempat yang tak terlalu ramai. Bardan menawarkan ke kantin Batas Kota. Di tengah perjalanan, tepatnya di Simpang Empat Bebesen, Alhudri minta sopirnya ke warung terdekat yaitu HR Coffee.

Sebelum duduk, Bardan merapikan kursi. Belum sempat duduk, ia diserang dari arah samping dengan kursi. “Plak“. Kepala Bardan berdarah hingga ia tersungkur ke lantai. Namun, saat itu Bardan masih sempat melihat Alhudri dikejar oleh pelaku.

Polisi berpakai preman yaitu Adc., Alhudri berkata, “saya polisi” seraya melindungi.

Dalam keadaan sulit untuk berdiri, Bardan berupaya mengenali pelaku yang memaki-maki. Kulitnya hitam, rambut gondrong. Selanjutnya Bardan sadar hingga akhirnya berada di RSU Datu Beru Takengon.

“Kondisi saya sekarang, penglihatan jauh berembun, lutut memar karena jatuh, pelipis atas sobek dengan lima jahitan, dada kiri nyeri dan sesak bernafas,” ujar Bardan, seperti dikutip Hasanuddin.

Hingga pukul 15.45 WIB tadi, Bardan masih dirawat dan dalam pengawalan polisi.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Aceh Tengah AKBP Dody Rahmawan kepada portalsatu.com melalui selulernya, Sabtu 27 Februari 2016, mengatakan, pelaku tindak kekerasan terhadap anggota DPR Aceh Bardan Sahidi hingga saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Sementara ini, kata Dody, pelaku yang telah teridentifikasi berjumlah empat orang. Pelaku diperkirakan juga masih bersembunyi di seputaran Aceh Tengah.

“Saya lagi di lapangan. Kita belum tahu apa motifnya, yang jelas aksi itu murni tindakan premanisme” kata Kapolres Dody. (Baca: Anggota DPR Aceh Ini Dipukul, Polisi Kejar Pelaku) [] (rel)

Baca juga: